Ketika Bayi Saya Sunsang

Amankah Posisi Janin Sunsang


Hasil USG minggu ke-32 yang bikin galau itu 

Di minggu ke-32 kemarin dokter kandungan tempat saya rutin periksa mengabarkan bahwa bayi ke-6 kami berada posisi sunsang. Alias kepalanya di atas. Pedahal kehamilan yang dulu-dulu biasanya ketika sudah diatas 30 minggu posisi bayi kepalanya sudah di bawah. Kata dokter sih bagi kehamilan anak berikutnya posisi bayi dengan kepala di atas memang wajar. Itu di sebabkan ruang rahim yang sudah lebih luas di banding kehamilan anak pertama. Otomatis janin mempunyai ruang gerak lebih luas untuk jumpalitan #tsaaah ^.^. memang sih sebelum periksa itu saya sedikit merasa sesak karena terasa ada yang menyundul-nyundul di dada. Ternyata itu kepala bayi.



 Apakah posisi sunsang berbahaya?. Kata bu dokter sih tergantung. Jika itu kehamilan pertama dan sampai HPL alias hari persalinan posisi janin masih sunsang biasanya tenaga medis tidak berani mengambil resiko. Tetapi untuk kelahiran selanjutnya masih bisa di tolerir dengan syarat tertentu. Misalnya posisi kepala di atas masih lebih aman ketimbang melintang. Janin tidak terlalu besar karena jika bobot janin besar akan sulit keluar dari panggul. Tekanan darah ibu normal dan ibu tidak kesakitan. Tetapi sebaiknya sih si ibu lebih banyak berkonsultasi ke tenaga medis tentang persiapan bayi dengan posisi sunsang ini.

Saya sendiri mendapat saran dari dokter untuk melakukan posisi yang mempermudah bayi untuk balik ke posisi semula yakni kepala di bawah

1.     Melakukan posisi menungging selama 3 kali sehari yang masing-masing 10-15 menit. Dianjurkan juga untuk memperpanjang masa sujud ketika salat. Karena jujur nungging selama itu bikin nafas ngos-ngosan ternyata (hadeh) jadi mending sujud  sekalian salat saja. Toh jadi dihitung ibadah kan ya? #gakmaurugi ^_^



2.     Saran ini saya dapat dari bu bidan Mugi Rahayu pengagas persalinan Maryam. Ketika malam hari cari kepala bayi, lalu letakkan senter yang menyala kemudian di tempelkan di kulit perut. Terus gerakkan dengan pelan ke bawah ke arah vagina secara melingkar. Lakukan pada saat bayi aktif. Pelan-pelan saja ya. Ga usah terlalu dekat jaraknya dan sambil bayi di ajak ngobrol.


Alhamdulillah saya melaksanakan dua metode di atas secara rutin selama hampir tiga minggu dan kemudian kepala bayi berbalik ke bawah.

Meskipun demikian selama tiga minggu itu saya tetap saja dihinggapi rasa khawatir. Khawatir jika posisi janin tidak mau berbalik ke bawah. Saya kemudian bertanya-tanya ke beberapa teman yang pernah mengalami posisi sunsang pada kehamilannya. DAN ternyata, posisi sunsang bisa di perbaiki secara manual. Alias di ubah posisinya dari luar oleh tenaga medis lo. Wiiiii ngeri. Tapi memang ada tenaga medis dan non medis yang berani melakukan praktik itu. Jika di dokter-dokter mereka akan melakukan hal ini dengan sebelumnya si ibu di anastesi terlebih dahulu. Karena memang katanya lumayan nyeri. Tetapi jika di bidan-bidan senior mereka melakukannya tanpa anastesi. Dan biasanya para tenaga medis ini melakukan pemutaran manual ini di atas kehamilan 34 minggu. Bahkan seorang teman menawarkan pada saya untuk mendatangi ibunya yang seorang bidan senior untuk melakukan putar manual ini. Dan juga ternyata banyak juga lo dukun-dukun bayi yang mampu melakukan putar manual ini. Bahkan hanya dengan sedikit sentuhan dan sepatah mantra….hehehe, bayi kemudian berputar dengan sendirinya. Wuih, sakti juga ya dukun-dukun bayi kita.


Saya sendiri sempat tertarik dengan putar manual ini dan berkonsultasi dengan suami. Tetapi apa kata suami. Saya dianggap melanggar hak janin, walah, kok bisa.


 “Mbok ya biarin kepalanya di atas sementara, kalo kamu sudah sujud panjang tapi bayinya belum mau muter ke bawah itu artinya si bayi paling mengerti bahwa itu posisi paling nyaman dan aman buat dia”.

 Mak jleb rasanya. Hiks. Si bapak ini kalau ngomong memang nyelekit terkadang, tapi kalau dipikir-pikir ya benar juga sih. Akhirnya saya urungkan niat untuk putar manual ini. Saya serahkan semua urusan pada Allah. Yang penting setiap habis salat saya menungging lagi selama 10-15 menit. Bahkan biasanya si bapak yang baru pulang dari masjid jadi ikut-ikutan duduk di sebelah saya sambil ngelus-ngelus punggung sambil mulutnya komat-kamit baca doa. Hiks, jadi terharu #dasar emak cengeng.


Sekarang Alhamdulillah posisi bayi sudah mapan dengan kepala di bawah. Tinggal menunggu lounching saja tahun depan. Semoga persalinan saya normal dan lancar. Saya dan bayi saya sehat, selamat tidak kurang suatu apapun dan rejeki kami juga lancar dan berkah. Aamiin. 



Berapa Biaya Homeschooling? #2


 Apakah Bersekolah di Rumah / Homeschooling itu Mahal?






Banyak orang mengira-ngira seberapa besar biaya pendidikan anak-anak yang kami keluarkan. Sebagai keluarga pelaku sekolah rumah ada yang mengira kami memilih HS karena murah alias tak berbayar #garuk2tembok. Ada juga yang mengira HS itu mahal karena banyak yang membandingkannya dengan lembaga HS yang sekarang menjamur.


 Sebagai seorang Muslim saya dan suami sepakat bahwa menuntut ilmu itu perlu dana. Imam Syafi’i rahimahullah berkata: menuntut ilmu itu membutuhkan tiga hal: membutuhkan [1] biaya/materi, [2] mendapat bimbingan guru (ustadz), dan [3] membutuhkan waktu yang panjang. (Diwan Asy-Syafi’i).
Tidak ada ilmu itu yang gratis. Paling tidak kita butuh dana minimal untuk belajar. Lalu seberapa besar anggaran keluarga kami dalam pendidikan anak-anak. Meskipun saya sepakat bahwa ilmu itu tidak gratis bukan berarti harga pendidikan setinggi langit menjadi lumrah buat kami. Kami berusaha untuk seimbang dalam pendidikan anak-anak.


Biaya paling tinggi tentu saja untuk buku dan sumber-sumber ilmu semacam majalah, Koran dan cd-cd yang memang susah untuk di ungguh di internet. Setiap awal tahun pelajaran kami sudah mempersiapkan diri untuk membeli buku-buku penunjang untuk anak-anak. Biasanya saya sudah menyusun kurikulum sederhana untuk masing-masing anak. Jadi bisa dibilang sejak dulu ketika memulai HS kami sudah menggunakan kurikulum 2013 (hatsiiim ) ^_^.

si sulung mengikuti workshop pembuatan film anak  di Perpus Kota Yogyakarta
dan kemudian terpilih menjadi kameramen terbaik pada event itu

Berdasarkan itu baru kami membuat daftar buku yang kami butuhkan. Dana yang lumayan besar juga untuk percobaan-percobaan sains dan keterampilan. Biaya traveling untuk mengunjungi tempat-tempat yang sekiranya berkaitan dengan pembelajaran. Biaya untuk pelatihan-pelatihan untuk anak semisal workshop pembuatan film, outbond, les robot, dsb. Saya beruntung tinggal di Yogyakarta. Yang notabene banyak event berlangsung selain bagus dan berkualitas seringnya sangat terjangkau bahkan free. Itulah kenapa saya dan suami selalu jeli melihat brosur-brosur yang menempel di tempat-tempat publik semacam perpus kota, masjid-masjid bahkan sekolah-sekolah yang biasanya menempelkan papan pengumuman suatu event.

Karena sekarang si sulung persiapan untuk ikut ujian kesetaraan jadi kami mempersiapkannya dengan les privat untuk mata pelajaran yang diujikan. Kebetulan kami bekerjasama dengan seorang teman yang baru saja lulus dari pendidikan luar sekolah Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY). Itu sangat menguntungkan untuk kami. Jadi si guru ini lumayan pahamlah bagaimana mengajari anak-anak yang bersekolah rumah.

Jadi bisa dibilang biaya pendidikan sekolah rumah kami seperti keluarga lain yang menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah formal. Jadi tidak ada yang gratis. Hanya saja memang biaya itu menjadi mutlak milik kami dan bisa di wariskan ke adik-adiknya terutama buku-buku dan cd-cd keilmuan. Kami rutin membeli beberapa majalah anak setiap minggu dan bulan dan juga komik.  Bisa di bilang anak-anak saya gagal move on dari komik Conan dan Kungfu Boy (halagh). Sayangnya anak-anak saya bukan pecinta novel semacam KKPK begitu. Kata si sulung itu bacaan anak perempuan #tsaaahhh. Bahkan di rumah kami bertebaran hasil karya anak-anak. Mulai dari kerajinan dari flannel, robot-robot aneh beraneka bentuk, percobaan-percobaan sains yang kadang gagal, sampai sayuran organic yang di tanam si sulung di depan rumah.

Yang pasti dalam seminggu anak-anak pasti ada hari crafting alias hari karya cipta. Dimana mereka bebas membuat suatu karya apa saja.

Jadi bisa dibilang salah besar jika ada yang bilang kami memilih HS karena minim biaya. Bahkan bila di hitung-hitung biaya pendidikan kami jatuhnya lebih besar di banding anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri. Tapi saya dan suami tidak pernah merasa rugi untuk dana yang kami keluarkan dalam menuntut ilmu. Tetapi bukan berarti biaya HS juga mahal seperti lembaga-lembaga HS yang hari ini bermunculan.



Oia, sebaiknya anak-anak di daftarkan menjadi member di perpus-perpus umum milik daerah. Di Yogyakarta sendiri perpus milik daerah memiliki koleksi buku yang sangat memadai dan juga setiap masa liburan selalu mengadakan event-event bagus yang kadang berbayar maupun gratis. Kami juga berusaha untuk memfasilitasi minat dan bakat anak-anak. Misal si sulung yang sangat visual dan pecinta fotografi. adiknya yang memilih menghafal Qur'an di sebuah rumah Tahfidz dan adiknya yang perempuan yang sangat menyukai film animasi. 

Mudah-mudahan penjelasan saya ini bisa memberi pencerahan bagi keluarga yang berminat untuk menjalani sekolah rumah.

Pecinta jilbab segiempat


Fans Garis Keras Jilbab Square



Saya fans garis keras jilbab segi empat. Hehehe. Hampir semua jilbab saya berbentuk square alias harus dipasang dengan peniti. Saya punya jilbab instant berbahan kaos hanya dua biji. Dan itupun hanya di pakai di rumah. Bahkan sering pula saya menerima tamu dengan berjilbab segi empat. Bagi saya jilbab instant memang praktis dan cepat di pakai. Tapi koq saya merasa jilbab dengan peniti masih jauh lebih rapi dan pas di wajah saya #tsaaaah apa coba ^_^….



 Alasan lain selain karena jilbab segi empat itu pas untuk pipi saya yang agak2 chubby ini #cubit2pipisendiri. Biasanya jilbab instant itu kadang tidak pas bagian di bawah dagunya. Karena mungkin jilbab itu di buat stanndart bagi orang-orang berwajah lonjong atau oval dan menyampingkan kebanyakan perempuan berwajah bulat -_____- hahahaha.


sebagian square hijab koleksi pribadi :)

 Jadi daripada harus menambah peniti lagi di bawah dagu biar jilbabnya ga kedodoran saya memilih jilbab segi empat sebagai kostum harian. Apa tidak ribet mak? Anak banyak, aktivitas harus cepat tapi harus makai peniti pula?. Itulah sebenarnya esensi yang ingin saya sampaikan pada anak gadis kami satu-satunya. Bahwa berhijab itu bukan masalah praktis. Berhijab itu mau dia repot, ribet, butuh waktu dan sebagainya kita tetap akan memakainya karena itu adalah Syariat. Jadi kadang saya agak tersinggung juga jika ada muslimah lain yang menyepelakan para hijaber lain yang memilih jilbab segi empat yang harus pakai peniti atau jarum pentul. Dan menyindir mereka dengan ungkapan ‘ menyulitkan diri sendiri”. Hey….tidak ada yang menyulitkan jika itu berkaitan dengan syariat bukan?. Seperti saya juga yang tidak mau nyinyir dengan para hijaber lain yang memilih jilbab instant untuk pakaian sehari-hari. Ayolah. Syariat itu bukan untuk bahan mengolok-olok pelakunya. Mari kita saling menguatkan dengan sesama pengguna hijab. Semakin banyak orang yang berhijab semakin kuat kita bukan? Aamiin.



dan sekarang gadis kecil kami satu-satunya juga niru-niru emaknya. Pecinta jilbab segi empat. Dan entahlah ini mungkin pendapat saya pribadi saja. Koq saya merasa terlihat lebih muda jika memakai jilbab segiempat #kabuuuuuur  >0<…….

a Letter To Mylemon #HappyFather'sDay







Dear Ayah yang kami sayang

ketika aku dan anak-anak membutuhkan tak selalu ayah ada untuk kami. Tetapi semangat, doa dan dukungan ayah selalu ada sisi kami. Kadang iri ketika waktu ayah begitu sedikit untuk kami. Pekerjaan mencari nafkah dan juga kegiatan kemanusiaan ayah yang begitu melimpah membuat waktu untuk kami tak bersisa banyak. Tetapi selalu saja terselip rasa bangga ketika memiliki suami seperti mu.

Sebuah video yang kau kirim ketika kau berkelana di ujung bumi sana demi membantu menyelamatkan anak-anak lain dari negeri-negeri konflik membuat aku dan anak-anak berkaca-kaca. Betapa bangga kami padamu. 

Dan disela kesibukkanmu kau masih menyempatkan membacakan cerita di penghujung malam sebagai pengantar tidur anak-anak dan sebuah doa yang kau selipkan di setiap doamu. 

Selamat Hari Ayah buat ayah yang selalu kami cintai. Semoga Allah selalu menjaga mu. Menuntun jalanmu agar selalu dalam kebajikan yang berkelimpahan. 


tulisan ini diikutsertakan dalam lomba penulisan " Lomba menulis Surat Sayang Buat Ayah" yang diadakan oleh fanpages Bebeclub 

Festival Dolanan Anak dalam Rangka 6th Jogja International Heritage Walk


Lomba  Mewarnai

dan Festival Dolanan Anak 

Dalam Rangka 6th Jogja International Heritage Walk
























Dalam rangkaian acara 6th Jogja International Heritage Walk Omah Parenting mengadakan lomba mewarnai untuk tingkat TK dan SD. Dengan biaya Rp.20.000 peserta selain akan memperoleh fasilitas lomba mewarnai juga free tiket masuk beserta 1 orang pengantar, snack dan berbagai acara yang diselenggarakan seperti Green Education dan Festival Dolanan Anak.
Acara akan di selenggarakan pada :
Sabtu, 15 November 2015, mulai jam 06.00 pagi di Lapangan Candi Brahma, Kompleks Candi Prambanan

Apa yang ada di Green Education?
- Workshop dan display pemanfaatan air laut sebagai sumber listrik
- Workshop dan display pemanfaatan jahe
- Kreatifitas pemanfaatan botol bekas
- Penukaran sampah dengan sovenir
Apa yang ada di stand Dolanan anak?
- Lomba egrang
- Lomba bakiak 3 kaki
- Lomba bakiak 2 kaki
- Edukasi dolanan anak nusantara
Selain itu ada jemparingan buat anak dan dewasa. Jemparingan, apa itu? Suka dengan Arjuna atau Srikandi? Berharap jadi mereka? Hahaha bisa lho uji kemampuan memanah di sana.
Yuuuk...yang sabtu minggu masih free.... gabung ya

pendaftaran sms : 085602118169

Bincang-bincang tentang Stabilitas Sistem Keuangan bersama BI dan Kompasiana


Nangkring bareng Kompasiana dan Bank Indonesia 
" Stabilitas Sistem Keuangan"
Yogyakarta 1 November 2014

narasumber yang semuanya adalah Perempuan dipandu oleh moderator dari Kompasiana

Senangnya hari ini 1 November 2014. Saya bisa ikutan nangkring bareng teman-teman kompasianer dari  kompasiana.com. meskipun jujur saya tahu diri banget saya bakalan banyak bengongnya sepanjang acara karena temanya yang berat. Bayangkan kompasiana kali ini menggandeng Bank Indonesia dan mengajak para kompasianer berbincang tentang Stabilitas Sistem Keuangan dan fungsi Bank Indonesia dalam menjaga Stabilitas keuangan Negara. WOW. Tema berat dan penting sebenarnya. Hehehe. Lah, sebagai salah satu penentu stabilitas keuangan RT (tsaaah….) tentu saya tertarik juga bagaimana BI menjaga stabilitas keuangan nasional. Siapa tahu ada yang bisa saya tiru dalam menentukan arah kebijakan stabiliats keuangan RT saya yang bisa di bilang mapan #uhuk.


Kompasiana Nangkring kali ini mengambil Tema “ Stabilitas Sistem keuangan “ yang di paparkan oleh tiga orang ibu dari Bank Indonesia dan satu narasumber dari desk ekonominya Kompas. DAAAAAn…semua narasumber kali ini adalah perempuan lo kawan-kawan. Benerkan? Kalau perempuan juga berperan penting dalam penentu kebijakan stabilitas keuangan. Dalam skala kecil ambil contoh ya RT tadi.

Sederhananya sih, Tugas BI adalah menjaga stabilitas sistem keuangan yang artinya menjaga agar mengatur perputaran uang dari kelompok-kelompok yang berkelebihan uang bisa berbagi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang kekurangan uang agar tercipta kesejahteraan masyarakat. Sederhananya begitu. Tapi tindakan riilnya tidak semudah itu. Jika di ibaratkan kelompok orang itu adalah pohon maka yang di urus oleh BI itu adalah hutan. Dan pohon-pohonnya itu yang ngurus adalah OJK alias Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan adik dari BI.

Bahasa kerennya BI mengawasi Makroprudensialnya dan OJK mengawasi mikroprudensialnya. Mumet, tenang…pembahasan masih panjang huehehehe.
Nah, untuk lebih jelasnya sodar-sodara bisa mampir di webnya Bank Indonesia di www. Bi.go.id disana semua lengkap-kap. Bahkan tingkat suku bunga di sajikan secara lengkap dan mendetil. Jadi kita sebagai masyarakat tidak ragu untuk memanfaatkan jasa perbankan dan lembaga keuangan yang lain. Apalagi BI juga melakukan pengawasan terhadap lembaga- lembaga perbankan sehingga bisa dilihat mana bank yang sehat dan mana bank yang sakit. Jadi masyarakat bisa lebih cerdas dalam memilih bank yang akan digunakan. Begitu teman-teman.

Ohya. Bank Indonesia dan Kompasiana juga mengadakan lomba blog yang hadiahnya bikin ngiler. Bayangkan, hadiahnya emas batangan Mak. Whuaaaa….bakat alamiah para emak adalah selalu berdiri kupingnya jika dengar emas. Nah, untuk infonya langsung saja klik disini ya Maks…..
hadiahnya ga tanggung-tanggung
juara 1: 25 gr emas batangan
juara 2: 10 gr emas batangan
juara 3: 5 gr emas batangan dan 7 favorit lainnya masing-masing mendapat uang tunai Rp. 1.000.000 
semoga emas batangannya ada yang nyangkut. Aamiin. Bisa membantu stabilitas sistem keuangan RT kita tuh maks #digencet ^_^

pinjam fotone mbak wien  ^_^ 


Dan yang menyenangkan juga, sepulang dari acara ini saya banyak mendapat pelajaran penting tentang bagaimana untuk berhati-hati dalam memanfaatkan produk lembaga perbankan yang bersifat konsumtif sejenis kredit dan sebangsanya. Jadi piker ulang lagi kalau mau pakai credit card. Dan benar-benar melihat mana yang kebutuhan dan mana keinginan.
Semoga dengan beberapa tips sederhana dari pihak BI tadi stabilitas keuangan RT saya bisa aman terkendali. Dan anak-anak saya yang banyak itu bisa sejahtera, bisa mengenyam pendidikan yang layak dan bisa berbagi dengan banyak orang. Aamiin.


Salam likuiditas ^.^ #halagh 

Mengucek Pakaian Dengan Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing

Mengucek Pakaian Menjadi lebih menyenangkan bersama 
Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing


Saya terbiasa mencuci dengan mesin cuci. Bukan alasan sok tajir sih. Tapi lebih karena besarnya jumlah anggota keluarga kami. Anak lima dan semuanya masih belum mandiri. Sebenarnya si sulung sudah bisa melakukan banyak pekerjaan RT. Tapi kalau urusan mencuci pakaian kok ya belum percaya bisa bersih *sigh*...


hasil cucian yang bersih, wangi dan bebas noda 

Tetapi ada beberapa jenis pakaian yang saya cuci dengan dikucek. Terutama pakaian berbahan lembut dan halus. Seperti jilbab dan sweater. Sebagai pecinta jilbab square alias jilbab segi empat saya lebih memilih mengucek jilbab dengan tangan dibanding masuk mesin. Apalagi jilbab saya rata-rata berbahan halus dan susah dicari. Maksudnya jilbab saya adalah jilbab square dan berukuran besar. Ukuran nya antara 130x130 cm dan 150x150 cm yang jarang ada di pasaran. Apalagi jilbab bermotif dengan ukuran besar termasuk susah dicari toko jilbab. Dan kecintaan saya pada jilbab square menurun pada gadis kami satu-satunya. So, jilbab koleksi emaknya bisa diwariskan pada nya kelak.

jilbab kesayangan siap dikucek dengan Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing

Untuk menjaga umur jilbab saya mencucinya dengan sabun cair dan kemudian di beri pelembut. Tanpa pewangi. Khawatir jika terlalu banyak pewangi ntar malah jilbab-jilbab kesayanganku pada cepat aus.


Dan, saya baru mencoba Rinso Cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing. Yang mana Rinso varian ini adalah Rinso cair konsentrat yang artinya butuh dikit saja kasiatnya banyak. Lebih irit dibanding detergen bubuk sebenarnya. Bahkan menurut petunjuk penggunaannya satu tutup botol cukup untuk mencuci 20 potong pakaian. Ohya waktu tutup botol di buka wanginya langsung menyebar dan enak banget. Sesuai petunjuk penggunaan detergen ini digunakan untuk cucian dengan manual alias mengucek.

berdasarkan petunjuk penggunaannya sih detergen ini
digunakan untuk mencuci manual alais dengan tangan 

Jangan khawatir tangan menjadi panas dan perih. Saya mencoba dan dan telapak tangan saya tidak mengalami iritasi tuh. Merendam pakaianpun tidak butuh waktu lama. Kucek sebentar dan noda langsung hilang. Jujur noda paling riweuh yang sering nangkring di jilbab adalah noda kopi instant favorit saya dan noda es krim anak-anak yang biasanya ikut nemplok ketika mereka ada di dekat saya. Nah, dengan Rinso cair Molto Ultra Aroma Essence Energizing ini noda-noda membandel semacam itu bukan masalah lagi. Rinso varian ini diformulasikan khusus untuk menghilangkan noda 2x lebih efektif plus tambahan keharuman dan kesegaran Molto Ultra Aroma Essence Energizing. Bahkan wangi tidak akan memudar ketika pakaian sudah dijemur dan kering. Wanginya awet dan nyaman. Tidak terlalu nyegrak dan bikin pusing.


Oia, saya juga mencoba detergen ini untuk mesin cuci lo. tetep ya, soalnya jatuh cinta sama wanginya. Jadi saya pengen juga pakaian yang lain kecipratan wangi Rinso Molto Ultra yang ini. caranya untuk cucian seperti biasa saya menggunakan satu tutup botol Rinso Cair ini yang saya tuang pada wadah khusus detergen pada mesin cuci. 
kemudian Mesin saya stel pada pencucian untuk wool alias bahan-bahan lembut.  Dan hasilnya tetap bersih, wangi dan warna pakaian tidak pudar. Harapannya sih Rinso Varian ini bisa dipakai di mesin cuci juga ^_^ hehehe. 



Dan buat para pecinta cuci manual sekarang mengucek pakaian tidak sehoror dulu lagi. Dan jilbab-jilbab kesayangan akan awet dan warna aslinya tidak cepat memudar.  

Weekly Photo Challenge #Cover-Art

Weekly Photo Challenge
Cover Art


Travel is the only thing can you buy
 that makes you richer


Cara Mendapatkan Ijazah Kejar Paket Bagi Keluarga Homeschooling #1



Cara Mendapatkan Ijazah Kejar Paket 


Bagi Keluarga Homeschooling Mandiri


Pendidikan bukan persiapan untuk hidup; pendidikan adalah kehidupan itu sendiri
 (John Dewey)




Beberapa waktu lalu saya ikut sarasehan tentang Homeschooling bersama beberapa teman keluarga pembelajar mandiri alias Homeschooling di Dinas Pendidikan Non Formal Yogyakarta. Ada beberapa informasi yang akan saya bagi terkait dengan pengadaan ijazah kejar paket bagi anak-anak Homeschooling mandiri. Homeschooling mandiri artinya adalah pembelajaran yang diadakan berbasis keluarga alias tidak melalui jalur bimbingan belajar atau lembaga kursus yang hari ini banyak bermunculan. Karena banyaknya informasi yang berseliweran kadang membuat banyak orang salah kaprah dengan Homeschooling mandiri. 



Bukan apa-apa saya agak sedih dengan sebuah tulisan seorang teman yang mendeskreditkan anak-anak HS. Padahal hampir bisa dipastikan teman-teman pelaku HS mandiri saja tidak pernah menyudutkan sekolah formal. Dan banyak dari keluarga HS mandiri yang sebelumnya anak-anak mereka bersekolah formal tetapi kemudian memilih jalur sekolah informal. Sedangkan beberapa orang yang mendeskreditkan anak-anak HS belum mencoba sekolah-sekolah nonformal dan informal. Tentu saja informasi yang diberikan orang-orang semacam ini jelas subyektif. La wong belum pernah mencoba HS koq sudah bilang HS itu buruk. Ayolah bersikap adil. Bukankah adil itu lebih dekat kepada TAQWA. 
Haiyah bawa-bawa ayat ^_^.
 La yang sono juga bawa-bawa ayat je -___-…..

foto: dokumen pribadi

Seperti yang tercantum dalam undang-undang SISDIKNAS n0 20 tahun 2003 bab VI pasal 27 ayat (1 s/d 3):
Tentang Jalur Pendidikan Informal
1). Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri
2). Hasil pendidikan sebagimana dimaksud dalam ayat (1) di akui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan stabdar nasional pendidikan.
3). Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Tentang Pendidikan Jarak Jauh

UU SISDIKNAS no 20 th 2003 bab VI pasal 31 ayat (1) “ Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur , jenjang dan jenis pendidikan”

Tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus

UU SISDIKNAS no 20 th 2003 bab VI pasal 32 ayat (1) “ (1) pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, social dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”

Nah, saya rasa cukuplah dulu saya membawa tiga UU SISDIKNAS diatas sebagai acuan tulisan saya kali ini. Itu artinya pendidikan berbasis keluarga berhak mengadakan pembelajaran mandiri dan mereka diakui oleh pemerintah. Saya sendiri bersyukur HS mandiri di perbolehkan oleh pemerintah Indonesia. Karena ada beberapa negara luar yang menolak HS seperti di Cina.
Lalu bagaimana cara kita agar mendapatkan ijazah pendidikan. Karena HS adalah jalur informal maka ijazahnya adalah ijazaha kesetaraan alias melalui Ujian Kejar paket berupa A, B, C. daaaan ijazah kejar paket itu diterima disemua lembaga pendidikan baik didalam maupun di luar negeri. Jadi tidak perlu khawatir ijazah kita tidak diakui.

Bagi keluarga HS bisa mendapatkan ijazah melalui ujian-ujian yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Luar sekolah atau Dinas Pendidikan Non Formal. Nah gampangnya begini. Kita bisa lewat jalur swasta ata jalur negeri (kayak sekolah formal begitu). Jalur negeri artinya ujian nya melalui Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB. Dan jalur swastanya adalah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Nah dengan regulasi baru jalur swasta sekarang bertambah dengan diperbolehkannya lembaga kursus dan bimbingan belajar untuk mengadakan ujian kejar paket.

Harusnya SKB sendiri ada disetiap kabupaten di seluruh Indonesia. Kalau di Yogyakarta anda bisa mengunjungi Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB) kota Yogyakarta bisa cek disini. Sayangnya tahun ini dan tahun depan karena keterbatasan biaya (begitu kata petugasnya ^^) SKB Yogyakarta tidak mengadakan ujian kejar paket A dan B. Jadi bagi keluarga HS di kota Yogyakarta bisa melalui jalur PKBM yang banyak tersebar di seluruh Kota Yogyakarta. Dan menurut saya, ini pendapat saya lo ya, mengurus ujian kejar paket itu kayaknya lebih mudah melalui jalur PKBM. Oia jangan lupa cari lembaga PKBM yang accountable alias yang benar-benar bisa dipercaya dan terdaftar di dinas. Karena di Yogyakarta sendiri ada ribuan lembaga PKBM. Wuih banyak juga ternyata. Mudah-mudahan sih dengan banyaknya PKBM ini memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapat pendidikan ya. Aamiin.


Nah, apa saja syarat agar bisa mengikuti ujian kejar paket di PKBM atau SKB.

1.Mengisi formulir pendaftaran
2.Membayar uang pendaftaran 20.000 (masing-masing PKBM ada kebijakan sendiri)
3.Membayar uang pengembangan 80.000 (tergantung kebijakan masing-masing PKBM)
4.Foto kopi AKTA kelahiran
5.Foto kopi raport terakhir
6.Fas foto berwarna(backgroun:merah)
Ukuran 3x4=8 lembar

Ohya tentang raport terakhir kita dapatkan dari SKB atau PKBM dengan rutin mengikuti pendidikan disana. Biasanya ada pertemuan rutin untuk belajar dan kemudian ada ujiannya juga sama seperti sekolah formal. Baru kemudian nilai hasil tes itu dikonversikan menjadi nilai raport oleh para tenaga pengajar. Jangan khawatir dipersulit atau sebagainya ya. InsyaAllah kalau lembaganya accountable sih pasti nilai yang kita peroleh murni hasil belajar. Dan satu hal berdasarkan pengalaman sendiri melihat anak-anak saya sendiri bahwa belajar pelajaran sekolah itu sebenarnya lebih mudah yang sulit itu belajar tentang pendidikan karakter. Nah yang ini saya akui SUUUUULIT ne POOOOOOl. Bertahap, butuh waktu dan harus sabar ya bapak-bapak dan ibu-ibu.



Nah, demikian uraian singkat saya tentang proses untuk mendapatkan ijazah kejar paket bagi anak-anak HS. Semoga ini bermanfaat dan saya berharap sebagai orang tua kita bisa mengurangi sikap nyinyir terhadap cara pendidikan keluarga lain. Lah, kalau kita sendiri sebagai orang tua suka nyinyir terhadap orang lain bagaimana mungkin anak-anak kita tidak menirunya kelak. Naudzubillah. Ayolah kita sama-sama mencari jalan agar pendidikan di Indonesia semakin baik dan berkualitas tianpa perlu melihat jalur formal atau non formal yang anak-anak kita tempuh. Toh, saya yakin semua orang tua percaya bahwa setiap anak mempunyai potensi mereka masing-masing.

Berkaitan dengan tuduhan kurangnya sosialisasi anak-anak HS saya rasa itu sangat subyektif sekali. Karena banyak juga anak-anak sekolah formal yang sosialisasinya kurang bahkan cenderung buruk. Apalagi ditambah sikap bullying anak-anak kita hari ini terhadap sesama teman yang tersisihkan secara fisik ataupun status. Karena alasan membully itukan bisa banyak faktor. Dan jangan lupa banyak orang-orang hebat hari ini yang masa kecil mereka dituduh kurang sisoalisasi tetapi kemudian menjadi tokoh-tokoh yang memberi manfaat bagi banyak orang. Thomas Alfa Edison ataupun Einstein misalnya. Haduh kenapa saya bawa-bawa Einstein sih hehehe. Sudahlah saya tidak ingin membela diri dengan mulut berbusa. Saya piker lebih baik saya focus dengan pendidikan anak-anak saya saja. saya tidak perlu khawatir dengan pendapat orang lain tentang jalur pendidikan yang kami pilih. Okey. Salam sayang dari keluarga pembelajar mandiri kami. Jika mau bertanya monggo kita ngobrol-ngobrol di rumah saya sambil minum kopi dan makan ubi rebus. Caiobella (lambaykan tangan ala Syahrini) ^_^.



Weekly Photo Challenge #Humanity


Humanity 

#Gerabah #IndonesiaOnly #Borobudur
 # Indonesia




Woman and Cly 

Weekly Photo Challenge #DIALOGUE


Dialogue
Nglipoh, Borobudur, Magelang Yogyakarta, Indonesia










Mengelola Air Dengan Bijak Bersama Keluarga dan Komunitas

Kasih Mamak Mengalir sepanjang Hayat
Kasih Air mengalir sepanjang hidup




Hai namaku Ocha. Aku tinggal di sebuah kampung di pinggiran Bantul, Yogyakarta. Aku tidak bersekolah di sekolah formal mamakku memilih mengajarkan aku dan adik-adikku dengan metode Homeschooling. Meskipun tidak bersekolah bukan berarti aku tidak belajar lo. Bahkan hampir setiap waktu aku belajar. Belajar banyak hal. Mamakku selalu mengajarkan pentingnya budi pekerti yang luhur salah satunya mencintai lingkungan. Karena bagi mamak belajar antri itu lebih di dahulukan dari belajar matematika. Belajar membuang sampah pada tempatnya lebih di dahulukan dari belajar tentang rumus Fisika.




Air membawa pesan hidup bagi Mahluk Hidup 

Belajar Sains : Membuat Penyaring Air sederhana

Mamak selalu bercerita tentang pentingnya air bagi kehidupan aku dan adik-adikku bahkan untuk kehidupan orang banyak. Dan aku melihat sendiri betapa hebatnya air itu bagi kehidupan kami. Mamakku mempunyai lima anak yang semuanya mendapat ASI penuh sampai dua tahun. Kata mamak memberi ASI itu salah satu bentuk penghormatan manusia kepada air. Bahkan di dalam rahim pun kami di kawal oleh air yang melimpah yang di kenal dengan cairan ketuban. Betapa luar biasanya cairan ini bagi janin di dalam perut. Ia yang melindungi kami dari benturan, Ia juga menjadi tameng bagi janin karena mengandung kimiawi-kimiawi imun yang melindungi kami dari virus, bakteri dan mikroorganisme berbahaya. Kami juga berlatih keseimbangan tubuh di dalam rahim dengan bantuan cairan ajaib ini. dan Tahukah kalian, bahwa cairan ketuban itu selalu berganti tiga hari sekali jadi ia bukan cairan yang sama selama kehamilan berlangsung. Wow luar biasa bukan?. 

Sebenarnya tak hanya manusia yang butuh air. Semua mahluk hidup bergantung pada air. Secara keseluruhan bumi ini di isi oleh 97% air asin dan sisanya 3 % adalah air tawar. Nah air tawar ini yang di bagi untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup di bumi. Apakah cukup? kata mamak seharusnya cukup. Karena di situlah Allah menciptakan keseimbangan untuk manusia. 

Setiap hari setiap bangun tidur aku selalu meminum air putih segelas dan jangan lupa membaca doa. Kata mamak, air yang di doakan itu akan memiliki bentuk molekul-molekul yang sangat indah. Berbeda dengan air yang diberi ucapan yang buruk dan sia-sia. Nah itulah mengapa mamak selalu berusaha mengucapkan kata-kata yang baik untukku dan adik-adikku. Karena kata mamak tubuh manusia itu terdiri atas 80% adalah cairan. Bahkan ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%. Misalnya Otak yang memiliki komponen air sebanyak 80%. Dan darah yang memiliki komponen air sebanyak 90%.

credit

Aku tidak bisa membayangkan jika mamak mengucapkan kata-kata yang buruk pada kami anak-anaknya. Bisa tidak karuan bentuk molekul cairan tubuh kami. Dan bisa – bisa kami menjadi anak-anak yang tidak baik. Aku sendiri pernah melihat di internet bentuk molekul – molekul air yang di beri tulisan yang baik dan bentuknya sangat indah. Minimal 8 gelas air yang kami minum dalam sehari. Dan air yang sehat sangat menentukan kualitas kehidupan kami sebagai manusia. Bahkan  Prof. Endang L. Achadi dalam Bincang Nutri Talk "1000 Hari Yang Menentukan Masa Depan Bangsa" di Yogyakarta mengatakan konsumsi air sehat sangat berpengaruh bagi 1000 hari pertama kehidupan manusia. 


Air sehat berpengaruh penting untuk tumbuh dan berkembang
  di 1000 hari pertama kehidupan manusia


Sebagai seorang muslim mamak selalu mengingatkan kami untuk salat lima waktu. Dan memulainya dengan wudhu yang benar. Kata mamak tanda fahamnya seorang muslim terhadap agama adalah meminimalkan air wudhu mereka. Iya. Berwudhu itu tidak harus menghabiskan banyak air. Bahkan Rasulullah saja berwudhu hanya dengan satu mud  yang kata mamak jumlahnya hanya 1  cidukan tangan. Iritkan.



Makanya mamak selalu mengawasi adik-adik yang sedang belajar berwudhu. Kalau aku sih sudah paham bagaimana berwudhu yang benar. Bahkan mamak menyediakan ember di bawah kran air kami berwudhu agar air bekas wudhu kami bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Mamak juga mengecilkan aliran air kran adik-adik jika mereka berwudhu. Jadi seharusnya jika kita ingin menjadi muslim yang baik kita bisa memulainya dengan sedikit membuang air. Bahkan jika kita berwudhu di sungai sekalipun. Begitupun jika mandi. Aku pernah berkunjung ke rumah simbah temanku di Wonosari Gunung Kidul. Mereka harus mengambil air di tempat yang jauh. Berjalan kaki sambil membawa derigen.



Jika bepergian mamak juga membawakanku bekal dan botol minum sendiri. Lebih hemat dan pasti aku selalu bisa menjaga asupan cairan bagi tubuhku. Jika giliranku kepasar mamak selalu membawakan kantong belanja untukku. Karena mengurangi penggunaan kantong plastik sangat erat hubungannya dengan kualitas air tanah kata mamak. Plastik tidak bisa terurai secara langsung oleh tanah. Plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara alamiah. 

Mengelola Air Untuk kehidupan yang Harmonis

Mengelola air tidak hanya bicara hemat air. Tapi juga bicara tentang kebiasaan menjaga lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan terjaga akan berpengaruh luar biasa bagi kualitas air. Usaha penghematan air sudah dimulai lama di rumah kami. Menghemat air itu sama artinya menghemat uang. Menghemat air juga sama artinya dengan tidak boros yang artinya jauh dari sikap mubazir dan mubazir itu perbuatan dzalim dan aniaya. Jadi jika menghemat air itu berpahala. Itu kata yang selalu di ucapkan oleh mamak. Bahkan mamak selalu mewanti-wanti kami untuk menghabiskan air minum yang kami ambil di gelas. Karena jika bersisa tidak ada yang mau meminumnya lagi. Dan kami dilarang mencuci tangan dengan air matang. 

Bayangkan jika satu rumah berusaha untuk menghemat air berapa banyak air dapat di hemat oleh banyak keluarga. Satu kampung, satu provinsi bahkan satu negara dan seluruh bumi ini.


 Bahkan aku sering melihat mamak di komunitas Emak Schoolnya berbagi ilmu tentang menghemat air.

 Emak school sendiri adalah komunitas yang di dirikan oleh mamakku di kampung kami. Sebuah sekolah untuk perempuan dan ibu-ibu di kampung kami. Setiap sebulan sekali mamak mengumpulkan para ibu untuk belajar tentang banyak hal. Kebanyakan tentang mendidik anak, pentingnya ASI, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan juga pemberdayaan perempuan.

penyaring air sederhana 

 Kata mamak para ibu itu lebih mudah untuk di ajak berhemat air karena mereka yang mengerti tentang urusan RT dan memegang keuangan keluarga. Jadilah ada satu sesi dimana mamak bercerita tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola air di rumah dengan benar. Bahkan mamak juga mengajari ibu-ibu di kampung kami membuat penyaring air sederhana dari botol Aqua dan bahan-bahan yang mudah di dapat. Mamak juga membuat stiker tentang penghematan air dan dibagikan kepada para ibu di Emak School. Mamak juga pernah mengajari ibu-ibu di Emak School cara mengelola sampah Rumah Tangga menjadi kompos. Yang tentu saja hal itu mampu melindungi kualitas air tanah di kampung kami. Kata mamak tidak cukup jika hanya keluarga kami yang menghemat air. Lingkungan kami juga harus sadar untuk hidup bersih, sehat dan peduli lingkungan.
ini Emak School mamakku. Bisa dilihat disini dan disini

Jadi menempelkan stiker dan poster hemat air mamak lakukan dari rumah ke rumah. Tidak hanya kali ini mamak membagikan stiker. Program stiker yang pernah Emak School bagikan antara lain stiker “ Jangan merokok di dalam rumah. Di rumah ini ada bayi, balita dan ibu hamil”. Dan para ibu selalu senang menempelkan stiker dari Emak School di rumah mereka.

Pelatihan pembuatan Alat Penyaring Air sederhana
dan pembagian stiker Hemat Air ke anggota Emak School

Tak hanya di Emak School mamakku mengkampanyekan hemat air. Mamak juga berbagi ilmu dengan komunitas Omah Parenting tempat mamak dan teman-temannya dari kalangan akademisi Jogja berkumpul untuk berbagi tentang ilmu pendidikan anak. Dan mamak selalu saja membagikan stiker bermanfaat yang mamak punya. Kata mamak yang berhemat air itu tidak saja orang yang tak berpunya. Dan kampanye hemat air itu tidak hanya untuk orang-orang dari kalangan berpendidikan rendah. Justru orang-orang yang mampu dan berpendidikan itu kampanye nya harus menyentuh kalangan bawah kata mamak. Karena itulah keseimbangan hidup. Dan kampanye hemat air untuk kehidupan yang lebih baik harus dimulai oleh para ibu. Karena kasih ibu mengalir sepanjang hayat.
Kampanye Hemat Air bersama
Komunitas Omah Parenting Jogja



Mari kelola air dengan bijak dari keluarga dan komunitas untuk Indonesia yang lebih sehat. Dan untuk bumi yang lebih nyaman. 






1.       Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu :
“Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam biasa berwudhu dengan 1 mud ( 1 genggaman tangan orang Arab zaman Nabi ) air dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.” (HR: Al Bukhari no. 201, Muslim no. 325, menurut lafazh Muslim).

Emoto's book, The Hidden Messages of Water