Kamis, Oktober 31, 2013

Mencuci itu jadi mudah jika bersama Rinso Cair


Cerita di Balik Dunia Para Petualang
jika sedang manis, anak-anak itu seperti boneka pajangan yang cantik...^_^
(ini waktu anaknya baru empat)

Urusan mencuci bagi keluarga dengan banyak anak harus pakai STRATEGI. Karena mencuci pakaian itu butuh tenaga banyak, waktu, dan biaya lumayan. Dengan lima anak yang sebagian masih kecil jelas cucian kami segunung. Itu belum ditambah tingkat kekotoran yang bikin pusing. Coba aja ibu Rumah Tangga itu bisa cuti saya pasti milih cuti nyuci. Wkwkwkwk. tapi tugas tetaplah tugas. Apalagi sejak kami meutuskan tidak menggunakan asisten RT. Tahulah sekarang bagiaman susahnya mencari ART. Seperti mencari jarum ditumpukan jerami, beuh, bahasanya.


inilah para bolang dan aktivitas Berani Kotornya...



Dan jangan ditanya bagaimana kotornya pakaian anak-anak saya. Anak-anak saya bersekolah di rumah (homeschooling) judulnya sih sekolah di rumah tetapi kalau belajar jarang di rumah. Belajarnya di kebon tetangga, sawah, saluran irigasi kampung, menangkap belut di sawah, berenang di empang dan kegiatan-kegiatan remeh semisal mengumpulkan batu-batu aneh, daun-daun lucu dan bunga-bunga untuk membuat herbarium. Anak-anak adalah mainan dengan batre yang tidak pernah soak. Mereka senang dan emaknya yang senep. Anak-anak puas emak lemas. Baju-baju pasca outing itu loh, ga nahaaaaaaaaaaaaaan. Hahahaha.


Tetapi seperti saya bilang di awal, hidup itu pakai strategi. Jika cucian banyak dan kotor tapi kita tetap ingin mengerjakan banyak hal lain carilah hal-hal luar biasa yang bisa membantu kinerja kita. Ckckckckberasa manajer pemasaran. Pilihan jatuh di Rinso Cair. Rinso cair itu menurut saya termasuk temuan terhebat abat ini. Hahahaha. Iya bener. Pokoknya semua temuan yang memudahkan urusan pekerjaan perempuan pasti saya apresiasi tinggi. 





dioleskan langsung di noda yang membandel


Untuk pakaian dengan tingkat kekotoran akut saya oleskan Rinso cair langsung di sumber noda. Baru kemudian saya rendam. Untuk cucian dengan kekotoran sedang saya rendam saja dengan Rinso Cair. Ada banyak tips yang bisa didapat ketika kita menyambangi http://www.rinso.co.id/


satu tutup botol untuk cucian satu keluarga.....

Proses merendam ini sangat menguntungkan buat saya. Jeda waktu merendam saya bisa mengerjakan pekerjaan lain. Saya juga mengatur panel pada mesin cuci pada posisi rendam otomatis pada waktu subuh. Nanti ketika matahari sudah muncul cucian saya sudah siap jemur. Praktis bukan.
Yakin bersih? Yakinlah la saya sudah membuktikan. “Rinsocair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Apalagi busa pada Rinso cair itu lebih banyak daripada detergen bubuk sehingga proses pencucian bisa lebih maksimal. Dan menyenangkannya, ga ada tuh ceritanya ada sisa – sisa butir detergen layaknya kalau kita pakai detergen bubuk. Dulu saya suka kesal kalau melihat hasil cucian terutama pakaian dengan bahan jeans. Biasanya ada sisa bubuk detergennya di sela-sela lipatan. Nah itu ga akan terjadi kalau kita pakai Rinso Cair.

Rinso Cair juga lembut di tangan. Kadang tidak semua pakaian masuk mesin cuci. Ada pakaian –pakaian tertentu yang terpaksa saya cuci dengan tangan. Semisal pakaian dalam, jilbab, batik dan kain tenun. Dan senangnya tangan saya ga perih, panas atau mengelupas layaknya kalau kita pakai detergen bubuk. No drama lah pokoknya.^_^.

Dan wanginya Rinso cair itu awet. Jadi ga perlu lagi keluar dana untuk beli pelembut dan pewangi pakaian bahkan cairan khusus untuk menyetrika. Soalnya Rinso cair itu melembutkan pakaian. Bekerja sampai ke serat kain. Meringankan sekali dalam proses menyetrikanya nanti. Top bangetlah judulnya. Harga yang sekarang sudah sangat sepadan untuk hasil maksimal yang di dapat. 

Jadi meskipun anggota keluarga banyak. Pakaian kotor tingkat tinggi ga perlu kemudian melempar pakaian ke jasa Loundry. Hehehe.

Sehingga waktu kita yang biasanya terpakai untuk mencuci bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Hidup jadi lebih berkualitas. Waktu bersama anak-anak lebih banyak. Dan anak-anak bebas bereksplorasi untuk mempelajari banyak hal tanpa perlu takut di marahi emaknya karena bajunya yang kotor. Jangan takut kotor. Berani kotor itu baik. Percaya sajalah.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar