Burlian Pasai...serial anak-anak Mamak oleh Tere Liye

hari pertama #31hariberbagicerita 


agak burem, njepretnya malem sih ....>.<


“Begitu pula sekolah Burlian, Pukat. Sama seperti menanam pohon…pohon masa depan kalian. Semakin banyak ditanam, semakin baik dipelihara maka pohonnya akan semakin tinggi menjulang. Dia akan menentukan seberapa baik kalian menghadapi kehidupan. Kalian tidak mau seperti Bapak, bukan? Tidak sekolah, tidak berpendidikan, tidak punya pohon raksasa yang dari pucuknya kalian bisa melihat betapa luasnya dunia. Menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang banyak. Kau akan memiliki kesempatan itu Burlian, karena kau berbeda. Sejak lahir kau memang sudah special. Juga Kau Pukat, karena kau anak yang jenius”


Kalau ditanya siapa penulis favorit saya. Jawabanya ada banyak #dasar ga punya pendirian..tapi  jujur saya punya banyak bukunya bang Tere Liye..pake bang ya…soalnya dulu gue kira Tere Liye itu perempuan. Makanya aku kalau ditanya pengarang bukunya ini siapa aku jawabnya mbak Tere Liye #ampoon ya Bang tere…^^

Nah buku yang mau saya resensi ini adalah satu dari empat seri dari serialnya anak-anak mamak. Tiga bukunya sudah keluar nah yang terakhir Amelia katanya keluar bulan Oktober ini. Kita tungguin aja bareng2 ya…#sambil elus2 dompet..^_^


Judul buku  : Burlian
Penulis     : tere Liye
Penerbit      : Penerbit Republika
Jumlah halaman: 343 halaman
Cetakan pertama : November 2009


Burlian ini adalah nama anak kedua dari si mamak. Si Burlian ini punya julukan Spesial. Si mamak dan bapak meskipun tinggalnya dipelosok di kaki bukit barisan sana ngerti banget deh kayaknya tentang cara mendidik anak. Buktinya semua anaknya punya julukan luar biasa. Si Burlian ini anaknya cuek tidak seperti abangnya yang serius banget. Tapi orangnya outstanding deh. Setia kawan dan idenya banyak. Dan juga nekat.
Ada 24 part dalam novel ini. Semuanya diceritakan dengan apik dan deskripsinya itu loh. Apalagi bahasa ala Melayunya itu yang buat saya kesengsem sama tulisan Bang Tere. Harap maklum saya #fansTereLiyeGarisKeraz..:)….


Kisah si Burlian ini diceritakan dengan apik sama bang Tere. Tahulah gimana seorang Tere Liye kalau menggambarkan sosok seseorang. Kita jadi kayak kenal banget sama si Burlian ini. Apalagi dikisahkan si Burlian ini termasuk jenis anak yang berani mencoba sesuatu dan kadang melanggar larangan…ada satu moment dimana si Burlian ini terjebak di sebuah lubuk yang berisi buaya ganas. Waktu baca aja saya sampai tahan nafas. Ga sabar membalik halaman mencari tahu apa yang terjadi dengan si Burlian special ini…#gethok kepala Burlian.
Dibalik moment yang bikin geli ada juga saat-saat yang membuat saya sampai menangis sesenggukan dipojokan kamar. Iya beneran nangis. Ketika bapak bercerita pada Burlian tentang ketulusan cinta mamak padanya. Pokoknya baca sendiri deh part yang ini. Kalau ga nangis gue sumpahin yang baca di entup tawon…(hahaha).

Ada juga cerita tentang mudahnya si Burlian ini kenal dengan banyak orang akhirnya membawa keberuntungan buatnya. Dimana akhirnya si Burlian bisa keluar juga dari kampong pelosok di kaki bukit Barisan itu dan mengecap pendidikan sampai ke Tokyo. Disini di ceritakan tentang semangat, tentang impian tentang cita-cita dan harapan. Tentang kasih sayang dan ketulusan.

Dari kisah Burlian ini juga saya belajar bahwa menjadi seorang mamak atau ibu itu tidak melulu lembut, halus dan menuruti semua permintaan buah hatinya. Ada saatnya juga sosok ibu menunjukkan pada anak-anaknya bahwa mereka bisa marah juga pada anak-anak. Bahwa cinta itu tidak melulu tentang mengerti pendidikan anak ala buku-buku psikologi. Cinta itu berbicara tentang ketulusan. Tentang pengorbanan. Tentang kasih sayang dan keikhlasan. Saya sampai kaget juga waktu baca gimana sosok si mamak ini yang galak dan teguh pendirian. Hahaha ini mah gue banget #caripendukungceritanya….>.<….

images from: flickr


Eniwey….cerita di novel ini benar-benar membuka mata tentang mendidik dengan tulus. Mencintai tanpa pamrih dan berkorban dengan ilmu. Banyak twistnya juga yang ga terduga-duga. Rugi kalau ga baca.

Cuman ga sregnya sama novel ini, sampulnya tipis. Jadi mudah ketekuk-tekuk…secara saya ini ga setiti kalau punya barang. Apalagi pembaca dirumah saya ga cuman saya. Si baby yang umurnya 13 bulan itu juga suka bongkar-bongkar rak buku. Jadi gitu deh….


Mungkin resensi ini ga begitu jelas. Untuk lebih jelasnya baca aja bukunya…harganya murah koq..ga lebih mahal dari harga sepatu apa dompet…wkwkwkwk..selamat baca buku aslinya yaaaa…..

6 komentar

  1. Wow...menarik banget nih Mak
    Saya juga suka buku2nya Bang Tere Liye
    Sukses untuk #31hariberbagibacaan ya :)

    Admin #31hariberbagibacaan

    BalasHapus
  2. iya buku ini saya baca berulang2...

    BalasHapus
  3. Suka novel2nya Tere Liye juga ya? Saya punya beberapa tapi yg ini belum punya. :)

    BalasHapus
  4. suka banget semua tulisan bang Tere..#kayak punya banyak aja...^^

    BalasHapus
  5. keren mbak reviewnya
    saya juga suka baca tulisan2 bang Tere, tulisan2nya menarik, cara penyampaianya mengalir

    BalasHapus
  6. hehe, rata2 kisah yang ditulis tere liye seputar keluarga ya, mak. kebayang itu jadi burlian digalakin mamaknya qiqiqi :D

    BalasHapus