Jumat, Mei 31, 2013

pretending status

Dibalik layar HS kami

ini jika sedang akur...
ini juga lagi sedang akur dan sehati...^_^
Saya hanya tersenyum simpul jika komentar yang masuk diblog saya. Terutama komentar-komentar di postingan ketika anakku-tidak-sekolah...banyak yang mengira bahwa saya ibu yang hebat, lembut, luar biasa dan cool. Saya sebenarnya ingin jujur tapi takutnya ntar malah merusak harapan para emak diluar sana yang ingin meng HS kan anaknya...tapi saya sudah ga kuat ngampet untuk menjelaskan yang sebenarnya...eleuh-eleuh...

ini salah satu 'pengacau' dirumah kami

Emak-emak, bunda-bunda, ibu-ibu, mama-mama, simbok-simbok, umi-umi sekalian yang dirahmati Allah..tarik nafas..hmmmm. Sebenarnya yang ada dipostingan saya itu adalah status palsu...Coba sekali-sekali datanglah kerumah kami diwaktu normal. Rumah kami tak berbeda dengan keluarga lain yang memiliki anak banyak dan memiliki balita (juga bayi). Jika saya mencantumkan foto-foto ..itu sudah dipilih dari sekian foto  lain yang tak layak tampil. Ada banyak kekacauan dirumah kami. Tapi parahnya kekacauan itu membuat kami bahagia. Sesekali rumah kami tampil bersih, rapi dan teratur tetapi dikala lain (lebih banyak yang ini) rumah kami seperti kapal induk dengan persiapan tempur sempurna. Ada banyak keributan, jeritan, suara membahana, tawa anak-anak yang membahana badai. Jarang (sangat jarang) rumah kami adem tentram loh jinawi. Kecuali penghuni rumah pada tidur yang artinya saat itu saya bangun untuk ngeblog dan bewe (blogwalking) oret-oret, ngitung utang, nyatet pengeluaran, bikin puisi, mengarang cerpen, menulis artikel. Siapa tahu bisa nambah pemasukan..#ujung2nya duit :)...tapi percayalah pada saya emak-emak sekalian. Bahwa keributan anak-anak itu adalah obat mujarab bagi para emak..paling tidak kita punya rival seimbang dalam menyalurkan hasrat ingin berteriak karena tekanan hidup...^_^



Bahkan saya akui homeschooling saya sangat berbeda dengan HS ala teman-teman yang lain yang menurut saya teratur, rapi, keren dan ga asal kayak punya kami. Saya sih buat jadwal harian tapi itu bukan pakem. Bisa diutak-utik dan digesar-geser. Suka-suka kami lah. Kadang jika jadwal crafting anak-anak bilang " Mi, bosen aku bikin kerajinan, bikin yang lain mi" hayooo aja. Atau malah pernah dalam seminggu kerjaan kami hanya mengerjakan soal matematika dari tambahan, pengurangan pembagian kembali lagi ke penambahan. sampai saya yang bikin soal saja sudah muntah-muntah saking bosannya. Atau pernah juga kami dalam seminggu ga ngapa-ngapain. ya senang-senang saja. Ibu saya sampai pernah bilang " coba kalo sekolahin anak itu yang bener, ga pake main-main kayak gini" hehehe...yang sekolah bener aja banyak yang main-main apalagi yang ga sekolah kayak kami # eh (ini cuman dalam hati doank)



Jadi mohon jangan kecewa jika datang kerumah kami dan melihat kenyataan bahwa model HS kami berbeda jauh dari yang ada dalam bayangan anda. Jangan salahkan Homeschoolingnya salahkan saja rumput yang bergoyang. Karena saya juga ga mau disalahkan (dasar emak2). Tapi beginilah HS ala kami. Mereka yang memilih sekolah formal saja pasti banyak kendalanya apalagi kami yang tidak sekolah. Bukan berarti ketika anak-anak kami tidak sekolah kemudian masalah menghilang. Saya yakin anak sekolah atau dirumah pasti tetap ada masalahnya. Cuman masalahnya saja yang berbeda bentuk. Jadi Bismillah saja.

 Stop the tape and rewind


Saya ingin mengenang semua hal yang terjadi dalam pembelajaran kami dengan kerelaan. Kenangan baiknya dan juga kenangan ga enak nya. Tapi saya yakin seyakin yakinnya bahwa kami pasti merindukan kekacauan yang membahana badai ini. Seandainya bisa seperti kata anak-anak gaul disono " Forever Young"...muda selamanya, bersenang-senang selalu...seperti kata bijak Youth is like diamonds in the sun..and diamonds forever...ya masa muda itu tak akan kembali jadi biarkanlah anak-anak menikmatinya, mempelajari banyak hal yang disukainya dan biarkan waktu yang mengajarkan mereka betapa ilmu adalah harta karun paling berharga. Dan untuk itu biarlah Allah langsung yang menjaganya.




Kamis, Mei 23, 2013

sisi lain hati kita



"Hanya karena kamu mendengar apa yg dilakukan seseorang, tak berarti kamu bisa menghakiminya. Kamu tak tahu apa yg telah dilaluinya."



ini aku kutip dari FBnya Srikandi Blogger kita...cuit2..panggil Mak Alaika Abdul...(clapping)
tapi bener deh kutipan itu dalem banget....ato istilah lainnya juga bisa "Dont judge the book by cover"....soalnya sebagai perempuan (ga tau klo para bapak2) saya merasa mudah banget mengambil kesimpulan padahal analisanya aja masih asal2an...hm....padahal berbahaya sekali jika mudah menvonis seseorang dan ternyata bukan seperti itu kejadiannya..jatuhnya fitnah dan itu termasuk dosa besar...dan seandainya benarpun jatuhnya ghibah yang sama BUSUKnya dengan fitnah..Astaghfirullah...melewati umur kepala tiga saya sudah pernah melewati masa-masa difitnah, di ghibah, dan juga sebagai pelaku fitnah dan ghibah (astaghfirullah, ya Allah ampuni kebodohanku..bener2 minta ampun sama Allah)..
memang sebagian benar jika ada orang yang bilang semakin tua usia kita maka akan semakin banyak pengalaman yang kita lewati, tapi sayangnya dari banyaknya pengalaman yang sudah dilewati hanya sedikit orang yang bisa mengambil pelajaran (klo ga salah ini kata2nya bang Andrea Hirata tapi gue lupa bukunya yang mana yak #gethok pake sutil)...aduh2 jangan sampai kita termasuk golongan ini ya..rugi bener. sudah melewati banyak hal tapi tidak bernilai apa-apa kecuali hanya sebagai KENANGAN..just it...
sering saya berusaha 'ngampet' amarah biar ga keluar karena belum tabayyun (konfirmasi) ke orangnya langsung...klo yang ini saya belajar bener sama my hubby...gimana doi klo lagi ada yang ga pas itu memilih untuk diam...karena menurutnya klo berkata-kata ntar malah kata-kata yang ga bermanfaat dan mubazir karena kita belum mengetahui kebenarannya, parahnya lagi kalo kata2nya malah menyakiti orang lain....#peluk ayah erat2..ups...

semoga dengan mengeluarkan uneg2 ini saya bisa tidur nyenyak malam ini.




Rabu, Mei 22, 2013

surga ditelapak kaki ummi, neraka ditelapak kaki....?

surga ditelapak kaki ummi, neraka ditelapak kaki....?


Ada banyak cerita di rumah kami. Bayangkan ada lima anak dirumah kami yang semuanya menuntut perhatian belum lagi si bapak dengan suara bass nya yang jika membuat komentar selalu membuat rumah membahana.
gadis satu2nya dirumah saya, Salma, adalah anak paling cerewet, bawel, dan apa-apa dikomentari (ini ga usah ditanya deh turunan siapa #langsung tutup muka pake nampan). Bulan Februari kemarin doi genap 5 tahun tapi nyerocosnya udah kayak emak2
meskipun anak-anak ga sekolah formal tapi dirumah ada jadwal hafalan hadist. salah satu hadist yang dihafal adalah "surga dibawah telapak kaki ibu. ampe berbusa-busa sayah cerita ke anak-anak betapa penghormatan Islam begitu tinggi kepada sosok ibu. maksud tersembunyinya sih biar anak2 ngerti klo umminya ini dihargailah, ehm. setelah cerita selesai Salma nyeletuk
Salma    : " kasihan abi ya"
Ummi    :" kenapa?.."
Salma    : klo surga ditelapak kaki ummi, berarti neraka ditelapak kaki abi"
ummi     : melongooooo ?????????
abi         : langsung keluar tanduk....:)




“Cerita lucu ini ditulis untuk acara Vania's May Giveaway"

Selasa, Mei 14, 2013

Review Film Life OF Pi

Sebagai keluarga dengan sistem yang ’tidak biasa’. Metode pembalajaran kami tentu saja beraneka rupa. Film –film dengan kualitas baik adalah salah satu sumber pengetahuan. Film Life of Pi (dibaca: Pai) adalah salah satu favorit di rumah kami. Film ini diadaptasi dari sebuah novel dengan judul sama. Ditulis oleh Yann Martel, penulis Kanada kelahiran 1963. Buku ini mendapat penghargaan Man Booker di tahun 2002 dan telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Wow keren. Bahkan menduduki tempat teratas dalam daftar buku laris New York Times selama 57 minggu. Ternyata buku-buku bagus juga punya tempat dihati pembaca. Kirain cuman buku-buku erotis ga jelas ala Fifty Shadow yg bisa laris. Halah....

Film ini sutradarai oleh Ang Lee dan kisah Pi Patel di perankan dengan sangat bagus oleh Irfan Khan. Disebuah situs luar yang saya baca Lee memanfaatkan teknologi digital untuk adegan-adegan bersama Richard Parker si Harimau Benggala itu. Iya juga sih, bayangkan gimana repotnya si Sutradara ngarahin aktingnya si Harimau coba?...

Saya paling suka film ini secara visual memikat banget. Fabolous...irresistible....haiyah ....apalagi dialog-dialognya keren. Kebanyakan sih cerita oleh si Pi Patelnya. Tahukan gimana kerennya orang India ngomong Inggris dengan aksen Hindi. Soooo Hot....hehehehe. suka banget kalo orang India ngomong Inggris, lekukannya itu loh. Gimana ya bilangnya. Makanya ga heran klo Justin Bieber memuji aksen Zayn Malik nya One Direction dengan Sexy Pakistany Accent..hohoho (malah ngomongin yang lain). But, beneran deh...orang India itu kalo ngomong Inggris indah banget ga kayak Cina yang jadi aneh gitu. Ups..ini bukan SARA ya...

Film ini (atau Novel ini) berkisah tentang seorang Pi Patel. Ia adalah seorang anak dari pemilik kebun binatang di Ponchinderry di India sana. Keluarga Pi memiliki sebuah kebun binatang disamping rumahnya. Kebun binatang mereka termasuk lengkap untuk ukuran tahun 1960-an. Nama Pi sendiri diambil dari sebuah kolam renang terkenal di Paris yang dikunjungi oleh pamannya. Piscine Molitor Patel. Lucunya si Pi ini bisa berenang (yang dulu sangat dibencinya) karena diajari sang paman. Si Pi ini sangat mencintai binatang. Ya iyalah, pemilik kebun binatang gitu loh. Dia punya binatang favorit. Seekor Harimau Benggala bernama Richard Parker. Sebenernya namanya Thirsty (yang saat ditemukan sedang minum air sungai sepuasnya) dan Richard Parker itu nama pemburunya. Tetapi ketika di Kebun binatang administrasinya jadi terbalik begitu. Si pemburunya bernama Thirsty dan harimaunya si Richard Parker.

Ada pelajaran bagus tentang harimau ini yang diajarkan oleh ayahnya si Pi. Ceritanya si Pi ini penasaran pengen kasih makan si Richard malah pengen ngelus2 gitu. Untungnya ketahuan ayahnya. Langsung ayahnya manggil petugas pemberi makan. Seekor kambing diikat didepan kandang sih Richard Parker dan ngasih tahu bagaimana sih caranya binatang buas makan. Mereka binatang predator, buas dan menggunakan insting. Ga perlu pake dielus kalo mau ngasih makan. Dia terbiasa berburu dirimba sana. Eh, betul, ga perlu waktu lima detik untuk si Richard Parker menyambar kambing yang terikat dan mematahkan lehernya dan menyeretnya kedalam kandang. Keren. Si Pi dan abangnya sampai ternganga-nganga. Ini pelajaran bener deh buat anak-anak laki kayak anak-anak gue yang biasanya pada sok tahu itu...(hahaha).


Petualangan dimulai ketika karena krisis politik India yang semakin memanas akhirnya ayahnya Pi memutuskan untuk menjual kebun binatang dan isinya (binatang-binatangnya) dijual ke seorang pembeli di Amerika Utara. Tepatnya di Toronto Kanada. Setelah transanksi yang rumit. Dibawalah sebagian binatang yang akan dijual itu ke Kanada. Diantaranya ada Richard Parker, Orange Juice (orang utan), Zebra, Hyena, dan binatang2 lain. Si Pi dan abangnya juga ikut dijual (itu sih istilahnya Pi, karena mereka ga mau pindah, Maklum si Pi lagi tahap pedekate sama seorang gadis temennya di tempat latihan tari) India gitu loh.Tapi suer, film ini ga ada tari-tarian ala Shakrukh khan gitu. Dengan menumpang kapal kargo Jepang mereka berangkat dari India menuju Kanada. Sempat berhenti di Manila untuk mengisi perbekalan. Berhari-hari di kapal juga mengharuskan para binatang disuntik obat penenang untuk mengurangi mabuk laut. Dan ketika suatu malam badai menghantam kapal mereka. Pi sempat bangun dan berlari menuju kamar ayah-ibunya. Tetapi balik lagi karena dek sudah dipenuhi oleh air. Ketika di geladak Pi disuruh melompat ke sekoci yang didalamnya ada Zebra. Ia sempat berteriak untuk meminta tolong agar mereka menyelamatkan ayah ibunya. Tetapi sebuah ombak besar menghantam sekoci dan melemparkannya ke laut lepas Samudra Pasific. Ia melihat kapal karam dengan air mata berlinang. Kehilangan ayah berarti lenyapnya panutan, kehilangan ibu tak ubahnya matahari tak terbit lagi, dan kehilangan abang sama dengan tiadanya teman sejiwa untuk beranjak tua bersama. Hiks nangis deh. Meskipun begitu Pi sempet nolongin si Richard Parker yang terapung-apung dilautan. Siangnya juga ada Orange Juice yang terdampar diatas pisang. Pokoknya sekocinya Pi jadi rame deh. Tapi bagaiamanapun penumpang adalah para binatang yang secara rantai makan klop banget. Ada Zebra, Orang utan, Hyena, Harimau dan si Pi. Wah akhirnya setelah seru acara makan memakan yang tinggal adalah si Pi dan Richard Parker.

Tinggalah Pi yang harus berpikir keras bagaimana memberi makan dirinya dan si harimau benggala. Untungnya di sekoci tersedia makanan yang secara matematis bisa untuk 100 hari. Itu artinyai si Pi aman seratus hari kedepan. Tetapi tidak untuk si Richard Parker. Tetapi jika Harimau itu mati maka si Pi akan kehilangan musuh yang artinya ia akan tenguk-tenguk dan berujung pada putus asa dan berakhir bunuh diri karena kesepian. Maknanya dalem ya, bahwa musuh itu membuatmu kuat man. Bahwa masalah itu akan menjadikanmu lebih hebat, gitu kali makna sederhananya. So, Carilah masalah, #eh..^_^....kabooor dululah ketimbang ditimpuk orang se kampung.

 Akhirnya dengan memanfaatkan peralatan yang ada di sekoci si Pi memancing ikan, mengubah air asin menjadi air tawar yang layak minum dengan solar still (ini pengetahuan banget untuk anak-anak). Anak-anak juga jadi tahu kalo dilaut itu ga boleh minum air asin karena bisa menambah dehidrasi. Memanfaatkan peralatan di sekoci untuk memancing. Bahkan Pi juga tetap menulis menggunakan pensil dan kertas dan membungkusnya dengan plastik. Pokoknya bahwa the life must go on dijalankan dengan benar oleh Pi. Penggambaran samudra Pasificnya juga keren banget. Bagaimana awan-awan nya yang indah, laut biru membentang, bahkan penyebutan samudra Pasific dengan lautan teduh bisa kita tangkap dengan baik karena terlihat banget kalau siang itu lautnya teduh ga terlalu panas. Anak-anak kan selama ini cuman dengar dan baca doang. Pas ngelihat film ini jadi lumayan bisa membayangkan lah. Ampe berbusa-busa gue bilang ke anak-anak kalo Samudra Pasific itu dibilang Lautan Teduh oleh Columbus, eh iya ya yang bilang Columbus. Klo salah tolong diingatkan ya.

Pi juga bertemu dengan banyak hewan laut yang menakjubkan lho. Ada gerombolan ikan terbang, Paus Biru, ubur-ubur yang menyala dan hiu tentunya. Kalau malam bertabur milyaran bintang. Soo romantic (ini ga berlaku kalo buat Pi nya kalee). Wuih keren kata anak-anak. Suka banget pas adegan si Pi nangkep ikan. Mana body nya si Irfan Khan kan six pack begitu. Anak-anak juga jadi menghargai ilmu bahwa banyak hal yang bisa membantu kita untuk survive ketika kita bisa mengetahui banyak hal dari membaca. Misalnya, mengumpulkan air embun, etcetera. Bahkan ada adegan si Pi terjun ke laut karena si Harimau itu ternyata bisa berenang. Iya sih, hampir semua binatang ternyata punya kemampuan berenang. Si Pi pokoknya selalu beraktivitas. Tidak menganggur apalagi melamun. Bayangkan kalo kita yang jadi Pi, heeeh, bisa-bisa terjun duluan ke laut. Boring tau ga sih lo?...jadi bisa mengerti mengapa malah banyak orang-orang hebat yang malah produktif ketika dipenjara. Bergerak terus itu malah membuat kita selamat lho.

Secara keseluruhan saya kasih 7,5  untuk film ini. Terutama untuk visualnya yang keren. Atau juga untuk kisah pulau Karniforanya. Itu benar-benar baru untuk saya. Untungnya saya sudah baca novelnya meskipun ngebut. Film ini layak ditonton oleh keluarga. Berakhir Happy Ending dan memberi banyak pengetahuan baru buat kita. So, tonton Life of Pi ya....
salam hangat dari Irfan Khan...muach...#plak..^_^


“ Cmon Richard Parker.....

Ketika Emak Ingin Berkarya

Ketika Emak Ingin Berkarya
Jujur saya orang baru di KEB. Saya suka membaca dan menulis. Alasannya sederhana membaca dan menulis untuk bersenang-senang. Jauh dari kata memberi inspirasi atau sejenisnya bagi orang lain. Aduh jauh sekali saya dari yang seperti itu. Saya suka menulis untuk menyalurkan apa yang lewat di kepala. Sejak mengenal blog saya merasa menemukan kemudahan. Bagi saya blog itu semacam diary gaya baru. Bisa ganti template sesuka kita. Sekarang saya rutin menulis di blog. Paling tidak itu kenangan untuk anak cucu saya kelak. Saya berharap anak-anak melihat saya dari sisi lain. Tidak hanya sisi cerewet seorang emak yang  selalu berkomentar ini-itu yang kadang bagi anak-anak seperti tidak penting. Menulis diblog itu juga sebuah kemudahan dalam berkarya. Tidak perlu keluar rumah, hanya butuh komputer atau laptop atau Netbook atau tablet dan modem. Bagi saya seorang emak dengan lima anak yang semuanya aktif maka keluar rumah untuk mengaktualisasi diri tidak bisa sesering mungkin. Apalagi kelima anak saya tidak bersekolah formal mereka bersekolah di rumah (homeschooling). Selain itu saya masih memiliki bayi berusia 8 bulan.
 Awalnya blog pertama saya yang berflatform blogspot berisi catatan harian saya dan anak-anak. Bagaimana keributan kami, bagaimana kebingungan kami menjalani sekolah ‘yang tidak biasa’ itu. Sampai catatan kecil kami menjalani pelajaran-pelajaran remeh yang kami temukan ketika kami bereksplorasi. Yang tidak saya duga catatan itu bahkan diminta seorang teman untuk diterbitkan meskipun jujur saya belum percaya diri sama sekali. Sungguh saya ini benar-benar baru belajar. Blogspot adalah blog saya yang terhitung ‘ serius’ untuk ukuran saya. Didalam hati saya saya punya keinginan mencurahkan sebagian ide bahkan kadang muncul semacam gambaran cerita lengkap dengan tokohnya dikepala saya. Saya pikir saya gila. Jujur ada dua orang perempuan dalam keluarga ibu saya yang diakhir hayatnya meninggal dalam keadaan seperti orang yang tertekan secara psikologis. Menurut berita yang saya dengan mereka sering mengobrol dengan orang-orang yang mereka bayangkan. Mereka selalu bercerita tentang tokoh lain diluar lingkaran orang-orang yang mereka kenal. Saya sampai hampir beku karena mendengar penuturan itu. Ya Allah, itu saya banget. Ketakutan saya jika saya berujung seperti mereka. Kemana saya harus bicara. Bahkan saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada orang terdekat. Saya malu. Saya tidak pernah lagi menulis cerita fiksi sejak lulus Sekolah Menengah Pertama. Sekarang dengan percaya diri saya membuka akun blog bersama khusus fiksi di wattpad dan berbagi kisah disana. Saya tidak pernah mengenalkan diri kepada para pembaca disana. Saya menggunakan nama samaran. Dan bahagianya tulisan-tulisan saya termasuk digemari. Cerita –cerita saya termasuk ditunggu kehadirannya. Wattpad adalah tempat saya berbagi cerita dan tokoh yang sering muncuk dikepala saya bahkan didalam mimpi. Trust me, its reality. Itu benar-benar ada dan saya tidak mungkin menceritakan hal itu pada orang lain bukan? Saya hanya bisa menuliskannya, menuangkannya dalam cerita dan membaginya pada orang lain melalui tulisan. Saya juga punya akun di Kompasiana. Saya termasuk rajin berkunjung di Kompasiana. Apalagi topik disana termasuk up to date. Meskipun terkadang saya silent reader. Jujur Kompasiana berisi para blogger senior yang terkadang 'keras' dalam mengungkapkan pendapat.  Daripada di bully mending saya ga koment bukannya takut. Saya hanya tidak suka berkomentar terhadap sesuatu yang memang bukan keahlian saya. Apalagi topik-topik di Kompasiana yang sering 'panas' kebanyakan bukan tipe saya. Semisal politik, ekonomi dan pemerintahan.
emak Narsis

Saya mengakui kesempatan saya untuk membaca dan menulis hanya dimalam hari. Sering saya baru tidur di penghujung malam bahkan sampai jam dua malam itu hal biasa. Bahkan saat ini saya merubah pola tidur dengan berangkat tidur seawal mungkin yang saya bisa dan bangun lagi sesegera mungkin. Dan ternyata pola itu sangat saya nikmati. Bayangkan bisa membaca dan menulis di saat sepi, disaat semua orang terlelap itu benar-benar surga bagi saya. Saya bisa blogwalking ke blog-blog teman-teman di banyak tempat. Membaca banyak pengalaman dari banyak orang dibelahan bumi lain. Mengomentari dan meninggalkan jejak bahwa betapa saya terinspirasi dengan tulisan mereka. Dan senangnya mereka biasanya berbaik hati mengunjungi ‘rumah sederhana’ saya didunia maya. Bahkan saya bisa mengikuti kelas online membuat blog bersama teman-teman KEB. Mengikuti lomba menulis, mengirim tulisan ke media ( beberapa ada yang tembus), berbagi ide tentang kelas bagi emak-emak dikampung dan Alhamdulillah tulisan tentang Emak School ini baru saja mendapat apresiasi dari sebuah majalah dan menjadi juara pertama dalam lomba penulisan bertema “ Proud Being Of Women” sesuatu yang luar biasa berarti buat saya. Saya yang anak bawang ini ternyata bisa  juga menghasilkan karya.
ini Emak School kami yang pernah saya tulis di blog dan memenangkan sebuah lomba penulisan

Berkaitan dengan karya tentulah saya juga ingin. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain. Apalagi ketika melihat para finalis yang mengikuti Acer Srikandi Blogger 2013 yang diadakan oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger. Meskipun saya belum punya nyali untuk ikut bertarung. Tapi saya sangat terinspirasi dengan tulisan mereka. Saya termasuk sering mengunjungi blog para emak yang menjadi finalis tersebut. Meskipun kadang saya hanya menjadi silent reader. Saya malu memperkenalkan diri dihadapan mereka. Bagi saya mereka sungguh luar biasa. Tulisan-tulisan mereka benar-benar keren. Bagi saya Acer Srikandi Blogger 2013 itu sebuah penghargaan besar bagi para emak-emak blogger. Jangan bayangkan Srikandi Blogger 2013 itu sebagai sosok yang hebat dan luar biasa sempurna. Bagi saya mereka luar biasa karena mau berbagi karya padahal diri mereka sendiri sibuk dengan banyak aktivitas. Para 10 finalis Srikandi Blogger 2013 yang terpilih membuktikan itu. Banyak diantara mereka hanya emak biasa seperti saya yang direpoti dengan keluarga dan anak-anak.  Tetapi mereka hebat karena mau berbagi dengan orang lain. Mau menuliskan apa yang mengganjal di hati mereka. Jauh dari kesan mengeluh dan bergalau ria dan membaginya di status facebook atau twitter. Saya tidak anti dengan socmed. Tetapi jika malah memenuhi dinding wall kita hanya dengan keluhan itu tidak menyelsaikan masalah bukan?.
Meskipun orang baru di KEB, tapi saya mengenal hampir semua finalis yang masuk 10 besar. Bahkan ke-50 finalis yang lain saya suka. Saya termasuk rajin blogwalking ke lapak mereka. Seperti Octviana Nur Hasanah, Alaika Abdullah, Myra Anastasia, Shintaries, Mak Murtiyarini, Leyla Imtichanah, Dina Begum, Eka Mayya, dan yang lain. Awalnya saya menjagokan Mak Murtiyarini karena beliau termasuk jago untuk urusan kontes tetapi ketika tersaring 10 besar saya langsung memilih Mak Alaika Abdul. Bahkan dari semua poling untuk memilih 10 finalis. Semua voting saya tujukan untuk mak Alaika Abdul. Meskipun belum pernah bertemu entahlah kenapa saya suka tulisan mak Alaika yang, ehm 'Matang' mungkin kata yang pas. Ketika tebakan saya benar wah senangnya bukan main. Tetapi saya mendukung seluruh finalis loh, mereka semua punya kelebihan yang layak untuk menang. Bagaimanapun saya yakin pilihan makpon, makmin dan makpan benar-benar bisa dipertanggung jawabkan kredibilitasnya. Bukan ecek-ecek dan asal comot dan saya yakin pasti seluruh panitia bekerja sedemikian kerasnya untuk event ini. Empat jempol untuk mereka semua. Walaupun ketika acara tersebut saya tidak bisa hadir karena saya di Yogyakarta tapi saya sempat mengikuti streamingnya dan ikut deg-degan juga menebak-nebak siapa yang menjadi srikandi terpilih itu. Apalagi melirik hadiah yang keren-keren dengan sponsor hebat semacam Acer, Rinso, Wardah dan lain-lain. Tambah lagi melihat para peserta yang menghadiri lengkap dengan konde, kebaya dan selop. Sempurna deh pengennya. Harapannya tahun depan di Yogyakarta ya ajangnya. Biar bisa ikutan sekalian membawa krucil-krucil untuk ikutan fashion show.
ini para Srikandi Blogger 2013...foto saya comot dari http://emak2blogger.web.id/2013/04/29/penganugerahan-srikandi-blogger-2013-2/

Meskipun kemeriahan ajang Acer Srikandi Blogger 2013 sudah lewat tapi saya yakin semangat untuk terus berkarya, berbagi dan memberi manfaat melalui blog terus menyala. Saya berharap ajang Srikandi Blogger tetap ada di tahun-tahun mendatang. Dan mudah-mudahan saya sudah punya nyali ikut serta bertarung. Dan saya juga yakin emak-emak yang lain juga bersemangat untuk mengikutinya di tahun mendatang. Selalu bersemangat untuk menulis, menulis dan menulis. Keep writing. Scripta Manent Verba Volant ( Yang tertulis akan mengabadi yang terucap akan berlalu bersama angin).