Selasa, Desember 31, 2013

Ibnu Sirin dalam kenangan


TELADAN DARI SEORANG TABI'IN




Meneladani Keunggulan Ibnu Sirin

Sirin berhasrat menyempurnakan separuh dari agamanya dengan menikah setelah Anas bin Malik r.a. membebaskannya dari belenggu perbudakan dan setelah pekerjaannya mendatangkan banyak keuntungan, karena dia memang seorang ahli membuat periuk.

Jatuhlah pilihannya pada budak wanita Abu Bakar Ash-Shiddiq bernama Shafiyah untuk dijadikan pendamping hidupnya. Shafiyah adalah seorang gadis muda yang cerah wajahnya, baik hatinya. Pandai dan sangat disayangi penduduk Madinah yang mengenalnya. Gadis-gadis remaja dan orang-orang tua yang melihatnya memiliki pandangan yang sama bahwa dia adalah seorang wanita yagn berpikiran cemerlang dan berbudi luhur. Yang paling menyayangi beliau adalah istri-istri Rasulullah SAW., terutama ummul mukminin Aisyah.

Pada hari yang telah direncanakan, Sirin menghadap Abu Bakar Ash-Shidiq untuk meminang Shafiyah. Abu Bakar menyelidiki hal ihwal si peminang seperti layaknya seorang ayah manakala putrinya hendak dipinang.

Tidak aneh, karena kedudukan Shafiyah bagi Abu Bakar laksana putri bagi ayahnya, disamping ia adalah amanat yang dititipkan Allah kepadanya. Oleh karena itu beliau meneliti keadaan Sirin dengan cermat dan mempelajari kehidupannya dengan hati-hati. Di antara yang dimintai keterangan tentangnya adalah Anas bin Malik. Ketika ditanya, Anas menjawab, “Nikahkan lah ia dengan budakmu wahai amirul mukminin, dan janganlah engkau mengkhawatirkan keadaannya, saya tidak mengenalnya melainkan bahwa dia adalah seorang yang bagus agamanya, bagus akhlaknya dan menjaga kehormatannya. Aku telah menjalin hubungan dengannya semenjak menjadi tawanan Khalid bin Walid bersama empat puluh budak lain yang masih kecil-kecil. Setelah dibawa ke Madinah, Sirin menjadi bagianku dan aku sangat beruntung mendapatkan dia.”

Akhirnya Abu Bakar Ash-Shidiq merestui pernikahan antara Shafiyah dengan Sirin. Maka diselenggarakanlah walimah pernikahan seperti halnya walimah untuk putrinya sendiri. Suatu hal yang sangat jarang dinikmati oleh budak atau pembantu wanita lainnya di Madinah.

Pernikahan itu disaksikan oleh banyak sahabat utama, di antaranya terdapat 18 sahabat yang ikut perang Badar. Ubai bin Ka’ab penulis wahyu Rasulullah SAW. diminta untuk mendo’akannya sementara hadirin mengamininya.

Pengantin wanita dirias oleh tiga dari ummahatul mukminin untuk suaminya. Di antara buah dari pernikahan itu lahir seorang bayi yang dua puluh tahun kemudian menjadi satu di antara ulama yang tersohor. Dialah Muhammad bin Sirin. Marilah kita ikuti lembaran hidup tabi’in utama ini dari awal.

Muhammad bin Sirin lahir dua tahun sebelum berakhirnya khilafah Utsman bin Affan dan tumbuh besar di suatu rumah yang dipenuhi semerbak wewangian takwa dan wara’ di setiap sudutnya.

Memasuki usia remaja, anak itu mendapati masjid Rasulullah penuh dengan para sahabat dan tokoh tabi’in seperti Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Imron bin Hushain, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair dan Abu Hurairah.

Betapa antusias beliau menyambut mereka seperti layaknya orang kehausan yang menemukan air yang jernih. Diserapnya dari mereka ilmu-ilmu dari Kitabullah, didalaminya masalah fiqih dan riwayat-riwayat hadits Rasulullah SAW. Otaknya makin subur dan penuh dengan hikmah dan ilmu, jiwanya makin kaya akan kebaikan dan hidayah.

Kemudian berpindahlah keluarga beserta remaja yang brilian ini ke Bashrah dan menjadikannya sebagai tempat untuk menetap.

Ketika itu, Bashrah termasuk kota Baru yang dibangun kaum muslimin pada akhir masa khalifah Al-Faruq Umar bin Khathab Kota tersebut merupakan kota yang istimewa bagi umat Islam pada masa itu, yaitu sebagai basis bagi pasukan muslimin untuk berperang di jalan Allah, sebagai pusat pengajaran dan pembinaan bagi penduduk Irak dan Persia yang baru memeluk Islam dan merupakan cermin masyarakat Islam yang giat berusaha untuk dunia seakan hidup selamanya dan beramal untuk akhirat seakan hendak mati keesokan harinya.

Muhammad bin Sirin menjalani lembaran hidup yang baru di Bashrah dengan proporsional. Sebagian dari harinya digunakan untuk mencari ilmu dan ibadah, sebagian lagi untuk mata pencaharian dan berdagang.

Telah menjadi kebiasaan beliau, ketika matahari terbit, beliau berangkat ke masjid Bashrah untuk mengajar sambil belajar. Bila matahari mulai tinggi, beliau keluar menuju pasar untuk berdagang. Bila malam menjelang, beliau tekun di mihrab rumahnya, menghayati Al-Qur’an dengan sepenuh jiwa sampai menangis karena takutnya kepada Allah. Sampai-sampai keluarga dan sahabat-sahabat karibnya merasa iba mendengar tangisannya yang menyayat hati.

Setiap kali beliau ke pasar di siang hari, tak bosan-bosannya beliau mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat dan menjelaskan akan hakikat dunia. Beliau memberikan bimbingan kepada mereka tentang cara mendekatkan diri kepada Allah. Beliaulah yang selalu menjadi penengah bila terjadi sengketa atau keributan di antara mereka. Terkadang beliau menghibur dengan cerita-cerita yang menghibur hati yang gundah dan lelah tanpa menjatuhkan wibawanya di hadapan para sahabatnya.

Allah telah menganugerahkan kemuliaan kepada beliau, sehingga mudah mengambil hati orang dan diterima oleh semua kalangan. Bahkan bila seseorang sedang lupa diri segera sadar begitu melihat Ibnu Sirin di pasar, mereka ingat kepada Allah, kemudian bertahlil serta bertakbir.

Perjalanan hidup beliau adalah panduan hidup yang sangat bagus bagi manusia. Setiap kali mendapatkan persoalan dalam dagangannya, beliau memilih yang lebih selamat bagi tinjauan agama walau terkadang beliau harus rugu secara materi untuk itu.

Beliau memiliki pemahaman yang detail tentang agama, wawasan yang tajam untuk membedakan mana yang halal dan mana yang tidak. Adakalanya sikap beliau mengundang keheranan bagi sebahagian orang.

Pernah ada orang yang berdusta dengan mengatakan bahwa Ibnu Sirin berhutang dua dirham kepadanya. Beliau bersikeras tidak mau membayarnya, lalu orang itu menantang, “Engkau berani bersumpah?” orang itu mengira beliau tak akan bersumpah untuk itu, namun tenryata beliau menyanggupi dan ia bersumpah. Orang-orang berkata, “Wahai Abu Bakri, mengapa engkau rela bersumpah hanya karena uang dua dirham saja, padahal tempo hari Anda abaikan harta sebesar 40.000 dirham karena engkau meragukannya sedangkan tidak ada orang yang meragukan kejujuranmu.” Beliau menjawab, “Aku bersumpah karena tidak ingin jika dia makan harta yang haram, sedangkan aku tahu bahwa uang itu benar-benar haram baginya.”

Majlis Ibnu Sirin adalah majlis kebaikan, kebaktian dan nasihat. Jika orang menyebutkan keburukan orang lain di depannya, beliau bersegera mengingatkan kebaikan orang itu sepanjang pengetahuannya.

Bahkan pernah beliau mendengar seseorang mamaki Hajjaj bin Yusuf setelah matinya, beliau mendekati orang itu dan berkata, “Tahanlah wahai putra saudaraku, Hajjaj sudah kembali ke sisi Rabb-nya. Saat engkau datang kepada Rabb-mu, akan kau dapati bahwa bahwa dosa terkecil yang kau lakukan di dunia lebih kau sesali daripada dosa yang dilakukan Hajjaj. Masing-masing dari kalian akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.”

Ketahuilah wahai putra saudaraku, Allah akan menuntut Hajjaj atas kezhalimannya terhadap orang-orang, namun Allah juga akan menuntut orang-orang yang menzhalimi Hajjaj. Maka janganlah engkau sibukkan dirimu untuk memaki dan mencela orang sesudah ini.”

Sudah menjadi kebiasaan jika ada orang yang berpamitan kepada beliau untuk pergi berdagang belia berpesan, “Wahai putra saudaraku, bertakwalah kepada Allah dan carilah apa yang ditakdirkan untukmu dari jalan yang halal. Ketahuilah, kalaupun engkau mencari jalan yang tidak halal, toh engkau tidak akan memperoleh kecuali apa yang tidak ditakdirkan untukmu.”

Kalimat yang benar senantiasa ditegakkan Muhammad bin Sirin di hadapan para penguasa Bani Umayah. Beliau secara tulus mewujudkan nasihat bagi Allah, Rasul dan imam-imam kaum muslimin.

Sebagai bukti dari kesimpulan di atas adalah, ketika Umar bin Hubairah Al-Farazi yang diangkat menjadi gubernur Irak, pernah meminta Ibnu Sirin menemuinya, lalu beliau datang bersama saudaranya. Sang wali menyambutnya dengan penuh hormat kemudian bertanya banyak tentang agama dan dunia. Dia berkata, “Dalam kondisi seperti apa Anda akan tinggalkan kota Bashrah, wahai Abu Bakri?” beliau berkata, “Akan aku tinggalkan kota dimana kezhaliman telah merajalela sedangkan Anda tidak menghiraukannya.” Saudaranya mencubit kaki Ibnu Sirin demi mendengar jawaban seperti itu, tapi beliau menoleh kepadanya, “Bukan engkau yang ditanya, melainkan aku. Ini adalah kesaksian, ‘Dan barangsiapa yang menyembunyikannya maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.’ (Al-Baqarah: 253).”

Usai pertemuannya, beliau dilepas kepergiannya seperti sambutan ketika datangnya, dengan penuh santun dan rasa hormat. Lalu dihadiahkanlah sekantong uang berisi 3000 dirham dari kas negara, tapi sama sekali tak disentuhnya. Bertanyalah anak saudaranya, “Apa yang menghalangimu untuk menerima hadiah dari amir itu?” Beliau berkata, “Dia memberi karena mengira aku orang baik. Bila benar aku orang baik, tidak pantas aku mengambil uang itu. Namun jika aku tidak seperti yang dia duga, tentu lebih layak lagi untuk tidak mengambilnya…”

Allah berkehendak menguji ketulusan dan kesabaran Muhammad bin Sirin berupa cobaan seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin lain.

Satu contoh dari ujian tersebut adalah peristiwa dimana beliau membeli minyak seharga 40.000 dirham sebanya satu bejana penuh dibayar belakangan. Ketika diperiksa ternyata ada bangkai tikus yang sudah membusuh di dalamnya. Dia pikir, “Minyak ini ditampung dalam satu wadah dan najisnya tidak hanya di sekitar bangkai itu. Jika aku kembalikan kepada penjualnya, pasti akan dijual kepada orang lain.” Maka dibuangnya semua minyak di bejana tersebut. Ini terjadi di saat perniagaannya rugi cukup besar. Akhirnya beliau terbelit hutang, pemilik minyak menagih hutangnya sedangkan beliau tak mampu membayarnya, lalu orang itu mengadukan persoalan tesebut kepada yang berwenang. Akhirnya diperintahkan beliau dipenjara sampai bisa mengembalikan hutangnya.

Cukup lama beliau dipenjara, hingga penjaga merasa kasihan karena mengetahui keteguhan agama dan ketakwaannya dalam ibadah. Dia berkata, “Wahai Syaikh, pulanglah kepada keluarga bila malam tiba dan kembalilah kemari pada pagi harinya. Anda bisa melakukan itu sampai Anda bebas nanti.’ Beliau menolak, “Tidak, demi Allah aku tidak akan melakukan itu.” Penjaga berkata, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Agar aku tidak membantumu mengkhianati pemerintah.”

Ketika Anas bin Malik sakit keras, beliau berwasiat agar yang memandikan jenazahnya kelak Muhammad bin Sirin, sekaligus menshalatkannya. Tapi Ibnu sirin masih berada dalam tahanan.

Hari dimana Anas wafat, orang-orang mendatangi wali dan menceritakan tentang wasiat sahabat Rasulullah saw. dan memohonkan izin untuk Muhammad bin Sirin agar bisa melaksanakan wasiatnya. Namun beliau berkata, “Aku tidak akan keluar kecuali jika kalian mengijinkan aku kepada orang yang aku hutangi, bukankah aku ditahan karena belum mampu membayar hutangnya?”

Orang yang dihutangi pun memberikan izin sehingga ia bisa keluar dari tahanannya. Setelah selesai memandikan, mengkafani dan menshalatkan jenazah Anas r.a, beliau langsung kembali lagi ke penjara tanpa sedikitpun mengambil kesempatan untuk mampir menengok keluarganya.

Usia Muhammad bin Sirin mencapai 77 tahun. Dalam wafatnya didapati bahwa beliau ringan dari beban dunia dan penuh pembekalan untuk hidup setelah mati. Hafshah binti Rasyid yang dikenal sebagai ahli ibadah bercerita, “Marwan Al-Mahmali adalah tetangga kami yang rajin beribadah dan tekun melaksanakan ketaatan-ketaatan. Tatkala beliau meninggal kami bersedih, lalu aku melihatnya di dalam mimpi dan aku bertanya kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, apa yang dilakukan Rabb-mu di terhadapmu?” Dia menjawab, “Allah memasukkan aku ke dalam surga.” Aku katakan, “Kemudian apa?” Dia menjawab, “Kemudian aku diangkat ke derajat ashhabul yamin.” Aku bertanya, “Lalu apa lagi?” Dia menjawab, “Lalu aku diangkat ke derajat muqarrabin.” Aku bertanya, “Siapa yang kamu lihat di sana?” Ia menjawab, “Aku melihat Al-Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin.”

Diadaptasi dari Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, Shuwaru min Hayati at-Tabi’in, atau Mereka Adalah Para Tabi’in, terj. Abu Umar Abdillah (Pustaka At-Tibyan, 2009), hlm. 115-121

sumber:an-najah.ne

Rabu, Desember 25, 2013

PENERIMAAN SANTRI BARU MDI EL-GHAD PROGRAM 2 TAHUN


PENERIMAAN SANTRI BARU
MDI EL-GHAD PROGRAM 2 TAHUN


man yuridillahu bihi khoiron, yufaqqihu fiddin. 

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya”
 (HR Bukhari dan Muslim)









PENDAFTARAN 
15 Des 2013 - 16 Feb 2014

ketik : REG-NAMA-ALAMAT
kirim ke : 089619117144


PERSYARATAN

Muslimah usia minimal 13 tahun, bisa membaca Al Quran, punya kemauan & semangat menuntut ilmu, siap menaati peraturan dan mengisi formulir pendaftaran

PENDAFTARAN
 Rp 10.000


SPP 
Rp 10.000 /bulan


Waktu kuliah: 
setiap Ahad pukul 07.30 - 12.00


Tempat 
Masjid Nurul Hujjaj, lantai 2
perempatan Wojo, Jl. Imogiri Barat Km 4,5 Ring Road Selatan. Yogyakarta



Materi Kuliah

Aqidah, Akhlaq, Syari'ah/Fiqh, Bahasa Arab, Qur'an & Tahsin, Sirah Nabi, Tarbiyatul Aulad, Achievment Motivation & Ekskul



Senin, Desember 23, 2013

Hari Ibu dan sebuah kisah







Tadinya saya sedikit berharap..mendapat ucapan selamat hari ibu...tetapi mendengar pertanyaan anak saya dng temannya kemarin saya jd pesimis...lha wong ternyata anak saya ga ngerti klo tgl 22 itu hari ibu...sedangkan temannya mendapat tugas dari sekolah untuk mengucapkan rasa cinta mereka dng ibu dirumah...


tetapi ketika bangun hari ini saya agak termenung lama. Hari ini saya terkena flu lumayan, setelah salat shubuh memilih tidur-tidur lagi di tempat tidur. Bangun lagi hari sudah siang. Hidung mampet kepala nyut2an dan membayangkan pasti rumah berantakan. krn si bapak juga tdk drumah. Eh kaget waktu bangun liat rumah sudah bersih, disapu dan dipel. dan nanya sama si adik sudah pada makan belum? sudah, tadi digorengin telur sama abang...haaaaa. trus abang skrg mana.? main. hiks,...ya Allah padahal sudah suudzon duluan....#catatanemakbawel pagi ini


Minggu, Desember 22, 2013

mamak dan kecintaannya pada membaca

kenangan akan mamak, membaca dan obat nyamuk





Mamak adalah salah satu penggila aktivitas yang bernama Membaca. Dari mamak juga kebiasaan itu menurun pada saya. Semua genre beliau baca. Saya ingat ketika kecil mamak suka sekali membaca majalah Kartini. Mamak juga yang rajin memebelikan saya majalah BOBO dan Ananda di kantor pos ketika jatah mengambil wesel kiriman dari bapak tiba. 


Seperti kata beliau, belum bisa tidur jika cerita dari suatu buku belum selesai di baca. Hari ini juga saya mengalami hal ini. Saya benar-benar belum bisa tidur jika ada suatu buku yang sedang saya baca belum selesai di habiskan. Bagaimana mau tidur wong yang terbayang adalah jalan ceritanya buku tersebut. Jadi dari pada bikin mimpi buruk saya memilih begadang. Saya ingat dulu ketika masih SMP saya suka baca komik dan sama mamak saya diingatkan kalau hari sudah malam. Dan mamak tahu kalau saya sudah tidur adalah dengan matinya lampu di kamar saya dan kakak. Maka untuk mengelabui mamak saya mematikan lampu kamar dan memilih masuk kolong tempat tidur menyalakan obat nyamuk bakar sebagai penerangan. Oh well….sekarang saya kena karmanya dengan kacamata yang menggantung di hidung ‘mancung’ saya ini…#ngikik. 

Dan sekarang ketika saya sudah dewasa masih melihat semangat mamak akan membaca masih tinggi. Tetapi saya hanya bisa mengelap ujung mata saya yang berair ketika beliau berkata

 “ mataku sudah tak bisa lagi melihat huruf. Padahal aku rindu sekali dengan membaca buku” 

Ya, mamak terkena diabetes yang mengurangi kemampuan melihat beliau. …
Mamak, ditengah keterbatasan dirimu masih ingin mengulang rasa nikmatnya membaca. Bagaimana dengan kita yang normal hari ini. 

Salam cinta ku untuk mamak ku tercinta. Mamak yang paling suka dengan pisang goreng dan kue talam. Mamakku yang paling luar biasa sedunia. Semoga Allah selalu menjagamu, dalam limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya. 

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

"Ya Tuhan kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapakku serta orang-orang mukmin yang laki-laki dan perempuan pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrahim: 41)

Jumat, Desember 20, 2013

Peti Hari Hujan (solusi untuk anak-anak ketika musim hujan tiba)







Kejutan manis untuk anak-anak di musim hujan

Anak batita, menurut kamus, adalah anak kecil yang baru bisa berjalan atau berjalan dengan langkah terhuyung-huyung. Menurut kata orang bijak anak kecil dengan langkahnya yang kecil akan menjerumuskan anda ke dalam masa-masa paling menjengkelkan dalam kehidupan anda sebagai orang dewasa. Beberapa orang menyebutkan mereka mengesalkan, sebagian lagi menyebut mereka mengagumkan (tapi saya menduga orang-orang ini tidak pernah mempunyai anak batita dalam hidup mereka). Dan bagi saya anak batita adalah mengagumkan dan sekaligus menjengkelkan.



Bagi anda yang mempunyai bayi, anak balita dan anak pra-sekolah sepanjang hari dapat terasa sangat lama, tetapi di hari-hari hujan sepertinya hari tidak pernah berakhir. Seperti hari ini di Jogja hujan turun dari sebelum subuh sampai sore menjelang…hadohhhh..sudahlah cukup pekerjaan emak dengan cucian yang menggunung karena tidak juga kering-kering ini ditambah pula dengan keriuhan anak-anak yang bosan karena tidak bisa bermain diluar. Dan mereka memilih membuat ‘keramaian’ didalam rumah..baca: keributan aka kekacauan...#migrain emak langsung kumat.


Ketika cuaca sedang buruk atau saat anak-anak sakit, Peti Hujan dapat membantu saya dan anak-anak melewati hari tanpa perasaan yang monoton.



credit 




Kita menyebutnya dengan Peti Hari Hujan, seperti namanya peti ini hanya dikeluarkan pada saat hujan saja. Simpanlah peti ini ditempat aman sehingga ketika dikeluarkan pada waktunya ia menjadi sebuah kejutan yang sangat manis. Peti ini kita buat dari sebuah kardus atau box plastik sedang. Peti ini biasanya saya isi  dengan :

•             Benda-benda kerajinan tangan yang belum pernah dicoba atau sesuatu yang baru bagi anak-anak (spidol baru, plastisin, stiker-stiker aneh, batu-batu aneka bentuk dan dapat digambari,

•             Mainan baru (mainan yang belum pernah dipakai)

•             Buku cerita baru yang belum pernah dibacakan pada anak-anak, musik anak yang belum pernah didengar sebelumnya, atau film anak yang belum pernah ditonton. Dan ini favorit banget

•             Benda –benda untuk berhias diri (aneka baju bekas bapak-emak, aneka sepatu bekas, topi, syal, topeng, segala macam aksesories untuk pentas, kostum binatang jika memungkinkan, rambut palsu, dll)

•             Cetakan pemotong kue dan resep kue favorit atau resep baru

•             Benda-benda untuk permainan dengan peraturan baru



Ingat! Aturannya hanya satu: Peti ini hanya di buka di saat hujan yaaa…di saat anak-anak sudah

tidak bisa kemana-mana kecuali ‘mengacau’ didalam rumah…..#senyummanis


Selamat membuka kado kalian anak-anak ( kadang) manis…..meskipun saya yakin seribu persen..mereka memilih berlari keluar menyongsong hujan, bahkan berpetir  sekalipun..huuffftttt...#exhale-inhale


Selamat Datang Musim Hujan.....





Kamis, Desember 12, 2013

Ode Sebuah Hujan Berangin

Hujan dan Desir Angin
12-12-13
here

Hari ini saya hanya ingin bergelung
Menarik selimut lebih rapat
Dan memejamkan mata dalam diam
Mengulang kenangan tentang indahnya masa kanak-kanak
Ditemani hujan dan desir angin yang mengalun
Timbul tenggelam tersapu sedikit gemuruh petir
Tapi tetap indah
Dan entahlah mengapa saya yakin
 ketika esok bangun
Hari saya akan lebih indah


Rabu, Desember 11, 2013

sepulang nonton 99 Cahaya di Langit Eropa


Antara Adzan dan menara Eiffel
11-12-13

here

Saya mau berbagi cerita tentang film 99 Cahaya di Langit Eropa. Kemarin hari Selasa, 10 Desember 2013 saya nonton bareng rombongan jeng Desy. Saya bawa si sulung jeng Desy bawa segerbong, mulai dari Oma, adik ipar, anak-anak dan keponakannya. Ini benar-benar No Bar keluarga besar…hahaha. …saya tidak akan menceritakan isi film. Saya ingin berbagi sedikit perasaan saya selama menonton film ini.
Film di buka dengan cerita si Hanum tentang kegiatannya selama menemani suaminya si Rangga yang melanjutkan S3nya di kota Wina. Dari awal saja saya sudah meremang. Entahlah rasanya saya merasa menonton filmnya De Davinci Code tapi versi Muslim. Tentang sejarah-sejarah peninggalan kaum Muslimin di Eropa. Meskipun dengan versi sederhana alias data-data yang di tampakkan tidak sedetil dan serumit De Davinci Code.
Ada perasaan mengharu ketika melihat jejak-jejak peninggalan kaum muslimin di Eropa. Padahal baru sebagian tempat yang ditunjukkan. Semisal Wina dan Paris. Di part berikutnya mungkin akan lebih banyak lagi. Karena film ini memang di bagi menjadi dua part.
Bagusnya lagi bahasa pengantar di film ini kebanyakan bahasa Jerman. Bahasa favoritnya si abang Usamah. Ingatkan tentang kegiatan komunitas HS jogja dalam Germany Day. Saya tahu film ini akan sangat membekas di benak si abang. Meskipun ia diam tapi film ini akan menginspirasinya. Saya yakin. Yakin sekali. Saya doakan Bang semoga segala keinginanmu tercapai.  Amin
Ada yang bikin saya sukses menangis ketika Mariom (Dewi Sandra, dan asli doi cantik bingit dengan hijabnya) meminta Hanum meneliti dengan seksama lukisan Bunda Maria di museum Louvre. Bahwa sebenarnya mascot nya Museum Louvre itu bukan Monalisa tapi Bunda Maria yang kerudungnya ternyata bertuliskan tulisan Arab Laa ilaha illallah…saya bisik2 dengan suara tercekat pada Usamah di sebelah saya..
”Bang besok kita buktikan ya Bang, apa benar tulisan itu ada” si abang mengangguk-angguk mantap.
Ada juga hal yang membuat saya sesak menahan haru ketika Rangga Adzan di puncak menara Eiffel. Itu benar-benar menggugah kesadaran. Sampai rumah saya bilang “ Bang besok adzan juga ya disana” “ iya Mak”….
Atau saat paling emosional ketika si Ayse memakaikan kerudung untuk Marion. Ketika itu Ayse melepas jilbabnya dan memasangkannya untuk Marion padahal kepala Ayse saja plontos karena efek kemoterapi kanker yang dialaminya. Hiks, sakseis nangis berat….dasar emak2 cengeng #lapingus……..
Bahkan ketika Ayse menolak permintaan gurunya untuk melepas kerudung agar ia tidak menjadi bahan olok-olokkan teman-temannya. “ Saya tidak bisa melepaskan kerudung ini” saya langsung mengelus jilbab saya.
juga bagaimana sikap Fatma ketika memilih untuk mentraktir orang yang mencemoh Islam...awesome...^_^

Film ini benar-benar inspiratif…selama ini kan kita melihat film-film tentang semangat untuk pergi ke Eropa adalah karena pendidikan atau pemandangannya atau karena keren. Nah ini melihat dari sisi berbeda. Jempol banget……


Nb: jazakallahkhoir buat mbak Desy yang sudah mentraktir diriku...merci-Danke #sambilbungkuk2...^_^

mimpi di ujung pelangi


Mimpi di ujung Pelangi
11-12-13
here

Bicara tentang mimpi seperti bicara tentang pelangi.
Indah dan tak tersentuh
Menolak keberadaannya tapi ia nyata
Membawa harapan disetiap jatuhmu.
Mengubah orang yang lemah menjadi kuat
Orang yang berputus asa menjadi  bersemangat
Dan mereka yang kehilangan kekuatan menjadi berdaya
Lalu apa yang kau bilang tentangnya jika bukan keajaiban
Ia adalah senandung para petani tentang panen yang melimpah
Ia adalah kicau burung pipit yang menemukan ladang penuh bulir padi menggantung
Ia adalah dengungan lebah madu yang bersorak ketika menemukan hamparan kebun bunga matahari yang  mekar sempurna
Apa lagi yang membuatmu ragu tentangnya
Impian itu nyata jika kau bersemangat meraihnya



here


catatan seorang emak dan impian sang anak, semoga Allah mengabulkan impianmu Nak

#edisiceritasepulangnonton 99 Cahaya di Langit Eropa



Senin, Desember 09, 2013

MERANTAULAH sebuah syair Imam Syafi'i


Sebuah Syair

images from

sebuah catatan dari wall seorang teman  here


MERANTAULAH
(Syair Imam Asy-Syafi’i)


Orang pandai dan beradab
tak 'kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih jika tidak, dia ‘kan keruh menggenang

Singa tak 'kan pernah
memangsa jika tak tinggalkan sarang

Anak panah jika
tidak tinggalkan busur tak 'kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, 
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman, 
Orang-orang tak 'kan menunggu saat munculnya
datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang

Setelah diolah dan ditambang manusia ramai
memperebutkan 

Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan

Jika dibawa ke kota berubah mahal seperti emas

here

Sabtu, Desember 07, 2013

Kindness is Contagious


Kindness is Contagious 
7-12-13

credit


Hari ini saya belajar banyak dari TransJogja. Saya termasuk jarang bepergian naik bis. Harap maklum kalau anak segambreng naik kendaraan umum itu malah seringnya sakit hati. Karena tidak semua orang bisa menerima keributan dan kegaduhan khas anak-anak. Jadinya daripada saya darah tinggi jadi kalau mau naik kendaraan umum lebih baik sendirian.
Seperti hari, karena ada undangan seminar gratis dari sebuah majalah dan Pigeon jadilah saya pergi. Kebetulan ngajak anak gadis semata wayang yang pengen naik bis Transjogja.
Duduk manislah kami di halte setelah acara bayar tiket yang ternyata murah untuk fasilitas sekelas TransJogja yang menurut saya jauh diatas bis kota (sstttt…saya ga dibayar sedikitpun sama pihak TransJogja, hehehe)
Petugasnya juga ramah. Berbaik hati menjelaskan rute-rute dan nomor bis yang harus saya tumpangi nanti.  Nah, hari ini Saya cuman mau berbagi sedikit perilaku penumpang Transjogja.
Kebetulan saya bertemu dengan seorang ibu muda yang ramah. Beliau juga mau membantu ketika saya kebingungan dengan rute yang tadi sudah disampaikan petugas. Dan ketika mau turun sempat-sempatnya ibu muda yang cantik ini mengucapkan ‘Terimakasih’ pada petugas pintu. Nah lo, siapa bilang orang Indonesia kehilangan kesantunannya. Yang lain sudah berebut aja mana sempat nengok ke petugas. Saya yakin anak gadis berumur 5 tahun disamping saya melihat hal indah ini. Mengucapkan terimakasih adalah hal sederhana, begitukan Nak. 

Acara dilanjutkan. Setelah ibu muda ini turun penumpang baru mulai banyak. Seorang old lady dengan box plastic besar kepayahan mencari tempat duduk. Kebetulan tadi kami berhenti di halte Bandara yang kemudian di naiki rombongan ‘pramugari’ (mosok pramugari naik bis????)…pokoknya kayak pramugari gitulah… dan mereka sebagian pura-pura merem waktu si ibu ini naik. Haduh. Saya yang mau ikutan merem koq ya ga tega. Apalagi ada gadis kecil cantik disamping saya yang pasti akan selalu mengingat moment ini sampai besar nanti. Bismillah.
“Monggo Bu, duduk disini” saya berdiri dan menawarkan tempat duduk. Si ibu penuh ucapan terimakasih kemudian duduk dan malah memangku putri saya. Nah lo kebaikan dibalas kebaikan bukan.
Dan akhirnya pramugari di sebelah saya berdiri dengan wajah setengah hati dan menawarkan kursinya pada saya dan saya tolak. Kalau cuman untuk berdiri sampai halte berikutnya saya mah ‘ Okey aja” itung2 olah raga. Qiqiqiqi

Nah, ada kejadian unik lagi waktu pulang. Karena hujan ada beberapa pengendara motor yang numpang berteduh di depan halte transjogja. Waduh mbak….ntar bisnya gimana donk. Tahukan kalau bis transjogja itu parkirnya agak mepet halte jadi orang-orang bisa melangkah masuk atau keluar dari bis dengan nyaman. Eh ini si embak malah parkir motornya dengan santai di depan halte. Wah kayaknya si embak belum pernah naik Transjogja inih. Hehehe..dan bener aja waktu bisnya datang kan bisnya jadi ga bisa parkir di halte si embaknya juga bingung bisnya akhirnya bablas aja disambut keluhan para penumpang halte yang ditinggal.

“ Yaaa nunggu 15 menit lagi donk” celetuk seorang ibu disebelah saya. Ibu disebelahnya dengan santainya nyahut
“ diselamatkan 15 menit. Kitakan ga tahu lima belas menit kedepan apa yang akan terjadi. Siapa tahu ada musibah tapi karena kita ketahan disini musibahnya jadi lewat”
 Saya Speechless…Ya Allah, diantara sekian orang yang berpikir negative ternyata ada satu nyempil yang berpikir positif begini…saluuut…tuh siapa bilang orang Indonesia ga suka berpikir positif. Pelajaran lagi buat saya. Padahal saya tadi termasuk gerombolan orang2 yang ngedumel.."yaah nunggu bis lagi dong eike…^.^"

Nah waktu didalam bus si ibu ini senyum terus kesemua penumpang. Padahal penumpang lainnya lagi pada bête. Ya iyalah, sudah hujan, laper, mana macet lagi #kyaaa jogja macet lebay kalo ini. Hahaha…

Tapi bener deh wajah judes itu bagai DEMENTOR, menghisap kebahagiaan orang-orang disekitarnya. Udah gitu tau ga sih loooo, wajah kusut itu contagious …..^_^…begitu juga pikiran positif, wajah manis, senyum yang hangat, ucapan yang santun semua itu menular. So, pilih mana menularkan kebaikan atau hanya jamur di musim huja…hahaha..kalau jamurnya bisa dimakan aja hayooo kalau bikin sakit perut mending nyari yang lain....
jadi memilih untuk berbuat baik itu pilihan..dan kesempatan berbuat baik itu ga sering2 terulang. malah seringnya cuman sekali seumur hidup..Untuk gadis kecilku, diingat baik-baik ya sayang..berbuat baik itu sejatinya sederhana..tapi efeknya LuarBiasa...Right?


seperti kata abang Paul walker :

 all the bright precious things fade so fast and they don't come back


Jumat, Desember 06, 2013

Quote by Nelson Mandela


Quote by Nelson Mandela


credit

Sering sekali ada pertanyaan tentang kurikulum yang mampir ke inbox saya, baik di email maupun FB #tssaaah berasa beken..:P….

Untuk saat ini sih kurikulum kami masih campur-campur. Karena kata anak saya pelajaran masih gampang-gampang, haaaa? Gampang, dari Hongkong. Tadi baru saja ngerjain latihan UAS online di sebuah web kaget anak saya. “ koq jawabannya ternyata ada di soal ya Mi, tinggal milih doank” hahaha selama ini kebiasaan umminya kalau bikin soal jarang pilihan ganda. …#tepok jidat tetangga

Nak, hidup itu bukan hanya masalah jawaban benar atau salah tapi bermanfaat atau engga, sesuai atau tidak dengan norma dan agama, merugikan orang lain atau tidak  daaaan masih banyak lagi jawaban yang lebih penting dari benar atau salah. Hehehe

#sebuahrenungan di hari kehilangan seorang guru ...meskipun tidak mengenalnya tapi terimakasih saya yang sebesar-besarnya untuk beliau, untuk sang guru Nelson mandela. 

Kamis, Desember 05, 2013

Hening

HENING






Sebagaimana perut Anda membutuhkan makanan ketika lapar, maka 

hati dan pikiran Anda juga perlu makanan. Penuhilah hati Anda dengan banyak berzikir kepada Allah Ta’ala dan bukalah cakrawala pikiran Anda dengan banyak membaca.




-Mustafa Hosny, motivator Mesir-

Rabu, Desember 04, 2013

Gift

Gift


credit


speechless...
begini kronologisnya
emak lagi di kamar sambil nidurin si dedek yang ga juga mau merem.
Salma: Mi, ini hadiah untuk  Umi" sambil mengambil jari ummi dan memasangkan sebuah cincin.
emak: langsung terharu.." wah bagus banget kak, darimana" sambil menatap cincin bertuliskan Love itu
Salma: "hadiah dari dalam bungkus jajanan"

Emak : langsung mingkem...

Selasa, Desember 03, 2013

They Are Learner

They Are Learner



Banyak orang bertanya apa yang dipelajari anak-anak saya di rumah..bahasany sih keren sekolah rumah..tapi kayaknya ga ada bau-bau sekolahnya deh. Khekhekhe


Seperti hari ini 3 Desember 2013…anak saya yang sulung hafalan surat At-Tahrim ayat terakhir cuman seayat doank…itu juga lama bingit..sampe emaknya ngantuuuuk   #apalagianaknya kaleee…setelah itu ‘buka2’ latihan soal, ga tahu dikerjain apa engga, tapi kayaknya dikerjain soalnya nanyak2 ke emaknya. 


Setelah itu hunting foto di sana-sini sambil nenteng kamera DSLR..waktu tak cek isinya cuman foto rumput, daun melinjo, sawah, simbah2, padi,  bunga yang layu yah pokoknya yang kayaknya nothing gitu deh…#pusing emaknya ga bisa njelasin…


Tapi poster ini menjelaskan semua baca nyaring2 yaaaaa…


images from: dari sini 

Kisah seorang Bapak dan Hari-Harinya yang gelap

dalam Kegelapan berbagi Cahaya



images from: dari sini


Saya punya tetangga tunanetra, sudah berkeluarga dengan 4 anak. Lumayan berumur sih #HariDifabel

Beliau selalu salat wajib di masjid.bahkan sering adzan subuh di masjid...yang lain blm pada bangun. Mungkiin karena tak ada bedanya buat beliau malam apa siang....#HariDifabel

Dan yang bikin salut sekarang beliau sedang menyelesaikan kuliah S-2 nya loh....wonderful banget kan! #HariDifabel

Dan beliau hobby membaca loh, padahal kata beliau buku-buku bagus yg pakai huruf braille(bener ga sih nulisnya) itu terbatas. #HariDifabel

Ketika tetangga yang lain yang sehat malah cuman bikin gaduh beliau malah mandiri dan berkarya #HariDifabel


Nama Beliau Pak Saleh…..#HariDifabel